• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Walikota : Jangan Ada Jalan Bubur Lagi

 09-11-2016 18:11 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 281 kali Berita Kota
Tak mau lagi menemui jalan bubur di wilayah Rowosari, Walikota menginstruksikan Dinas Bina Marga dan DTKP untuk mengubah sistem pavingisasi jalan menjadi sistem betonisasi. Hal ini disampaikan Walikota pada jalan sehat Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Rabu(9/11). 

Jalan bubur, lanjut Walikota, merupakan istilah jalan yang menjadi becek dan berlumpur pada saat jatuh hujan. Hal ini dikarenakan kondisi jalan yang memang berlubang dan tidak tertutup paving secara sempurna. Berdasar pengecekan dan dialog saat jalan santai, Walikota menemukan bahwa kerusakan terjadi pada jalan lingkungan yang penyebabnya adalah muatan truk bahan bangunan yang melintas untuk proyek betonisasi. Oleh karenanya, paving dirasa tidak akan kuat dan akan selalu rusak dika harus dilalui kendaraan berat material pembangunan. 

"Untuk itu Walikota meminta Kepala DTKP untuk merencanakan betonisasi untuk semua jalan lingkungan di wilayah Rowosari. Bukan lagi pakai paving," ungkap Walikota. 

Tak hanya jalan lingkungan, lebih dulu, Pemkot melalui Dinas Bina Marga telah melakukan program betonisasi kawasan Rowosari dengan anggaran total tahun 20 M. Tak hanya berhenti di tahun 2016 dan 2017, Walikota memastikan dan mengingatkan Dinas Bina Marga untuk terus menganggarkan betonisasi hingga selesai di seluruh ruas jalan di Rowosari. 

Komitmen pembangunan wilayah Rowosari, lanjut Walikota, merupakan komitmen Pemkot Semarang dalam pemerataan pembangunan. Diakuinya, wilayah Rowosari sebagai batas kota merupakan salah satu gerbang Kota Semarang yang harus terus terjamah pembangunan. 

"Kota Semarang tidak cuma tengah kota saja, tetapi kawasan pinggir dan perbatasan seperti Rowosari ini juga merupakan bagian dari Kota Semarang yang menjadi prioritas kami," ungkap Walikota. 

Seluruh pembangunan wilayah dan infrastruktur ini, lanjut Walikota, tidak ada harapan lain kecuali adanya peran serta masyarakat untuk dapat ikut menjaga dan merawat hasil pembangunan yang ada. Dirinya mengajak seluruh warg Rowosari untuk memiliki rasa cinta dan bangga dengan wilayahnya sejhingga muncul rasa partisipatif dan merawat wilayahnya. 

Kedepan, masih sebagai wujud komitmen pembangunan kawasan pinggir khususnya Kelurahan Rowosari, Pemkot dalam 1-2 tahun kedepan akan membangun rusunawa 4 rower dengan tinggi 3-4 lantai. Harapannya, keberadaan rusunawa ini dapat meningkatkan geliat ekonomi masyarakat Rowosari. Walikota diakhir sambutannya kembali mengajak peran aktif warga termasuk warga Rowosari untuk memberikan masukan, usulan, kritik membangun untuk wilayahnya dan Kota Semarang melalui berbagai wadah yang ada seperti Musrenbang Kelurahan, SMS, serta aplikasi lapor hendi 1708. harapannya, semakin banyak warga yang aktif dan peduli pada kota ini, berbagai masalah akan segera tertangani dan Kota Semarang akan semakin hebat.