• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Hari Pahlawan, Satukan Rasa Untuk Negeri

 10-11-2016 23:56 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 272 kali Berita Kota
Hadir dan mengikuti upacara Hari Pahlawan 2016, Walikota Semarang dan seluruh jajaran Pemkot Semarang beserta ratusan siswa terlihat khidmat di Halaman Balaikota, Kamis(10/11). Upacara peringatan hari Pahlawan ini diikuti para wakil walikota, muspida, pelajar, TNI, Polri, tokoh pemuda, tokoh masyarakat serta para veteran. Membacakan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia, Walikota mengelorakan semangat persatuan sebagaimana tema peringatan Hari Pahlawan "Satukan Rasa untuk Negeri". Dalam amanatnya Walikota menyampaikan bagaimana perjuangan  yang penuh idealisme dan bukan berjuang untuk kepentingan pribadi, namun berjuang untuk membangun negeri sesuai jamannya.  Momentum hari pahlawan ini, lanjutnya, merupakan momen reflektif untuk memberi makna atas pengorbanan para pahlawan kusuma bangsa, dengan menyalakan jiwa kepahlawanan dalam perjuangan mengisi kemerdekaan. Peristiwa perjuangan ini memberi pelajaran moral bahwa warisan terbaik para pahlawan bangsa bukanlah "politik ketakutan", melainkan "politik harapan". Bahwa seberat apapun tantangan yang dihadapi dan keterbatasan yang ada, tidak akan menyurutkan semangat perjuangan. Pengalaman merebut dan mempertahankan kemerdekaan, lanjutnya, juga menunjukkan spirit perjuangan dan mental - karakter kepahlawanan memiliki daya hidup yang luar biasa dalam menghadapi berbagai rintangan dan penderitaan. Meminjam ungkapan Bung Karno, Walikota menyampaikan bahwa semangat kepahlawanan adalah semangat rela berjuang, berjuang mati-matian dengan penuh idealisme dengan mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi. “Saat ini, lanjutnya, perjuangan lebih ke arah memperbaiki keadaan negeri untuk keluar dari berbagai persoalan bangsa. Patriotisme progresif dituntut menghadirkan kemandirian bangsa tanpa terperosok pada sikap anti-asing.” ungkapnya. Sejalan dengan orientasi Trisakti tersebut, Pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden H.M. Jusuf Kalla hadir dengan menawarkan visi transformatif "Terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong-royong” yang dirumuskan dalam sembilan agenda prioritas pemerintahan ke depan yang disebut NAWA CITA. Saat ini, lanjutnya, satu fase sedang menghadang sebagai tantangan berupa taraf investment, yaitu taraf menanamkan modal-modal dalam arti yang seluas-luasnya: investment of human skill, material investment, dan mental investment." Menghadapi tantangan ini, gerakan revolusi mental diharapkan bisa mendorong Gerakan Hidup Baru, dalam bentuk perombakan cara berpikir, cara kerja, cara hidup, yang merintangi kemajuan; peningkatan dan pembangunan cara berpikir, cara kerja, dan cara hidup yang baik. “Gerakan Hidup Baru adalah gerakan revolusi mental "untuk menggembleng manusia Indonesia ini menjadi manusia baru, yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat Elang Rajawali. Berjiwa api yang menyala-nyala," tegasnya. Menutup sambutannya, Walikota mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus berjuang, bekerja, berkarya menjadi pahlawan bagi diri sendiri, pahlawan bagi lingkungan, pahlawan bagi masyarakat maupun pahlawan bagi negeri ini.