• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Berita Kota

Memperingati Hari Pahlawan Komunitas Ini Mempromosikan Wisata Ke Kota Semarang

 11-11-2016 07:56 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 84 kali Berita Kota
Memperingati hari pahlawan, sejumlah komunitas yang diprakarsai oleh Pegiat Wisata Kota Semarang menggelar aksi simpatik di lapangan Simpanglima pada Kamis (10/11).

Nampak puluhan orang yang tergabung dalam Komunitas Pegiat Wisata Kota Semarang, Marcoom Sosiety Semarang (MSC), Komunitas Denok Kenang & Semarang Nigth Carnival (SNC) dan beberapa pelaku bisnis kuliner resto & cafe menggunakan kostum layaknya pejuang turun ke jalan menyerukan aksi perjuangan mereka untuk kemajuan industri pariwisata khususnya Kota Semarang. Kordinator aksi penggiat wisata Gus Wahid menuturkan makna hari pahlawan bagi para penggiat wisata yakni memberikan kontribusi yang nyata untuk kota semarang disektor kepariwisataan.

“Saat ini yang dapat dilakuan mengisi kemerdekaan dengan aktivitas yang nyata kreatif inovatif dan positif mengundang banyak wisatawan ke Kota Semarang,” Ujarnya. Menurutnya dengan aksi turun di jalan ini para penggiat wisata ingin memancing munculnya pahlawan-pahlawan yang memiliki kreatifitas inovasi dan program acara kepariwisataan yang mampu mendatangkan banyak wisatawan.

“Sekali lagi pahlawan itu bukan hanya sebatas berupa gelar saja, tapi lebih kepada aksi. Saya menekankan kepada temen-temen di penggiat pariwisata agar lebih banyak aksinya dari pada sebuah penghargaan. Kita berikan aksi dulu yang terbaik apa salah satunya dengan berkomitmen menduniakan kepariwisataan kota Semarang,” tegas Wahid.

Benk Mintosih, salah satu pembina Pegiat Wisata Kota Semarang mengatakan  bahwa dunia pariwisata Kota Semarang masih tertinggal dibanding dengan destinasi lain seperti Solo atau Jogja. Namun dengaan keberadaan para pejuang pariwisata ini, niscaya kita bisa maju seperti mereka.

"Aksi simpatik yang kami lakukan di muka umum ini menjadi gambaran semangat para pejuang (Pahlawan) yang kami ekpresikan berbeda dengan mengajak masyarakat luas secara langsung untuk mengenang para Pahlawan melalui kostum yang kita kenakan, ” ujarnya. Dijelaskan, dengan kegiatan ini, para pelaku wisata kota ini dapat terus meningkatkan kreativitas dan inovasi produk serta kemasan atraksi untuk mengundang wisatawan datang berkunjung ke Semarang. Dan dengan dijadikannya Semarang sebagai destinasi wisata nasional, tentu akan menambah income bagi warga.

Begitu pula dengan kalangan hotel, tempat wisata hingga kuliner dan cinderamata akan mendapat multiflyer effect daari kedatangan wisatawan. Ujung-ujungnya, kesejahteraan warga akan tercapai. Meski sempat membuat lalu lintas diseputar kawasan Simpang Lima sedikit tersendat, dengan banyaknya pengendara dan pengguna jalan yang melintas, memalingkan muka untuk melihat lebih dekat kegiatan spontanitas tersebut, acara tetap berjalan dengan baik dan lancar.