• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Sumarjo : Polder Banger Bebaskan Warga dari Banjir

 11-11-2016 19:02 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 195 kali Berita Kota
Jalan sehat dan meninjau langsung kondisi Kelurahan Kemijen, Kec. Semarang Timur, Jumat(9/11) Wali Kota disambut dengan apresiasi dan terima kasih warga yang merasakan manfaat pembangunan Polder Banger. Diwakili Ketua LPMK, Sumarjo, warga berterima kasih karena wilayah RW 6,7,9, dan 10 telah bebas banjir sejak September lalu.

“Terima kasih atas program pembangunan Polder Banger yang manfaatnya sudah dirasakan langsung oleh warga khususnya warga RW 6,7,9 dan 10. Mulai September, wilayah kami sudah bebas banjir. Semoga kedepan semakin banyak yang merasakan manfaatnya,” papar Sumarjo. Masih terkait lingkungan dan sanitasi, warga mengusulkan adanya IPAL komunal dan penataan saluran tersier yang lokasinya bisa dimanfaatkan untuk jalan.  

Menanggapi hal tersebut, Walikota menyambut baik dan siap mendukung. Semua itu, lanjutnya, sejalan dengan semangat dan komitmen Pemkot untuk menjadikan lingkungan bersih, rapi dan tertata. Yang terpenting, adanya kesepakatan warga dan komitmen untuk menjaga keberlangsungan usai pembangunan infrastrukturnya.   

Terkait lingkungan sehat, Wali Kota juga meminta perangkat kelurahan untuk dapat segera melakukan pendataan rumah tak layak huni milik warga. Data kurang lebih 10 (sepuluh) rumah tidak layak huni di Kelurahan Kemijen ini, diminta paling lambat pekan depan sudah diserahkan kepada Wali Kota. Hal tersebut didasarkan pada pantauan langsung Wali Kota saat jalan sehat.

Menurutnya, terdapat sejumlah rumah yang tak layak huni sehingga dikhawatirkan mengganggu kesehatan ataupun keamanan penghuninya. Hasil pendataan diharapkan segera dilaporkan kepada Wali Kota paling lambat Minggu depan untuk masuk penganggaran dan terrealisasi pada tahun 2017.  

“Standar kelurahan sekarang harus bagus dan rapi. Tak hanya infrastrukturnya tetapi juga kebersihan lingkungannya. Jalan harus bagus, paving tertata, saluran bersih lancar, kampung pun harus ijo royo-royo ,” tegas Wali Kota.  

Menurut Wali Kota, saluran air tidak harus terbuka. Bisa ditutup dan dimanfaatkan untuk tempat pot tanaman. Namun, harus selalu dipantau dan dipastikan kondisi kelancaran saluran, jangan sampai tersumbat dan justru menimbulkan genangan. Mensupport penuh upaya penyehatan lingkungan ini, Wali Kota menegaskan akan mensuplay 500 bibit tanaman Mangrove dan Ketepeng.

“Lingkungan harus ditanami agar tidak gersang. Oleh karenanya, maksimal 2 minggu lagi akan dikirim 500 bibit tanaman Mangrove dan Ketepeng,” papar Wali Kota.