• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Ndandani Kota Lama

 14-11-2016 12:09 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 836 kali Berita Kota
Lebih dari 1.000 orang yang terdiri dari berbagai elemen baik pemerintah dan masyarakat berpartisipasi dalam Karya Bakti Massal Resik-Resik Kota Lama, Minggu (13/11) pagi.

Kegiatan ini  dimulai dengan apel bersama yang dipimpin Gubernur Ganjar Pranowo dan dilanjutkan dengan kegiatan resik-resik yang melibatkan banyak elemen pemerintah, di antaranya jajaran Pemkot Semarang, TNI, Polri, Tim Penggerak PKK, Pramuka, PT. KAI, pemilik gedung Kota Lama dan komunitas-komunitas Kota Semarang. Wakil Walikota sekaligus Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BP2KL), Muspida Jateng, Muspida Kota Semarang, SKPD Kota Semarang pun turut hadir dan mengikuti jalannya kerja bhakti massal.

Secara simbolis diserahkan alat kerja bhakti oleh Gubernur Jateng kepada perwakilan peserta kerja bhakti. Sejumlah alat berat dari dinas Bina Marga, PSDA & ESDM, Dinas Kebersihan dan Dinas Kebakaran juga diterjunkan. Usai apel, setiap sudut di Kawasan Kota Lama dibersihkan secara gotong royong mulai dari selokan, rumput, sampah, pengecatan hingga penanaman bunga serta pohon. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo terlihat turn tangan langsung dengan menaiki crane milik Dinas Kebersihan dan Pertamanan dan memangkas pohon dan tumbuhan yang menjalar di dinding bangunan heritage kota lama.

"Awal tahun lalu pernah kita awali dengan resik-resik bersama, ternyata hari ini Pemkot Semarang beserta seluruh elemen pemerintah menindaklanjutinya dengan karya bakti massal resik-resik kota lama," ujar Ganjar. Menurutnya, kegiatan karya bakti ini merupakan tindakan konkrit pemerintah dalam menghidupkan kembali kota lama. Diibaratkannya, hari ini dan kedepan semua pihak harus bias menjadi kapster salon yang siap mendandani dan mempercantik wajah Kota Lama.

"Harapan semua bisa ditata dan dipercantik seperti kapster salon. Pemkot saat ini mencoba memakeover kota lama, ranting-ranting pohon di potong, tembok yang dicoret-coret di cat ulang seperti dibedaki biar cantik sehingga membuat wisatawan tertarik datang," imbuhnya. Gubernur juga ini menekankan pentingnya ruang terbuka hijau di area kota lama.

Dirinya berpesan agar nantinya para arsitektur landscape bisa membuat kawasan ini hijau dan bersih. Dirinya membayangkan kedepan kawasan ini bisa menjadi kawasan yang nyaman dengan green transportation, becak, bus tenaga baterai bahkan kanal-kanal sungai yang ada bisa difungsikan kembali untuk kapal. Dirinya berharap kedepan semakin banyak tanaman dengan penyangganya, sehingga di setiap sudut  pengunjung merasa dingin dan nyaman.

Semua itu, lanjutnya memerlukan keterlibatan masyarakat untuk memiliki dan turut menjaga kebersihan di kota lama. Sementara, Ketua BP2KL yang sekaligus Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menjelaskan, kegiatan karya bakti massal resik-resik kota lama sebagai tindaklanjut program revitalisasi kota lama sekaligus menghidupkan kembali kawasan dan pariwisata kota lama dan pariwisata.

"Satu persatu kami benahi dan tata, mulai dari pembersihan dari PKL liar, perbaikan infrastruktur jalan dan pavingisasi, perbaikan saluran drainase, penyiapan kantung parkir, pembuatan pedestrian hingga penghijauan. Kami bersyukur komitmen Walikota dan Pemkot mendapat dukungan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, termasuk penggunaan beberapa gedung untuk menjadi pusat PKL kota lama " terang Wakil Walikota.