• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Berita Kota

Antisipasi dan Waspada Bencana

 16-11-2016 16:41 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 169 kali Berita Kota
Sejumlah lokasi yang berpotensi bencana pada musim penghujan terus dipantau dan dipetakan oleh Pemkot Semarang. Tercatat potensi bencana yang mungkin terjadi pada musim penghujan ini adalah banjir, rob dan tanah longsor. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi usai meninjau lokasi korban longsor, Suratmo, warga Rt 02/03 Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur, Rabu(16/11) pagi.

"Kami terus melakukan pemetaan wilayah yang berpotensi banjir, rob dan tanah longsor, saat musim hujan seperti ini. Dengan demikian, semua SKPD, baik camat, lurah, RT, RW hingga tokoh masyarakat dapat menginformasikan masyarakat agar lebih waspada dan berhati-hati," ujar Walikota.

Menurut Walikota, Kota Semarang memiliki kontur wilayah yang unik dan lengkap yakni daerah perbukitan, dataran rendah dan laut. Dengan kondisi ini, lokasi hunian dan permukiman tersebar juga di perbukitan yang curam dan rawan longsor. Pihaknya juga terus meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan pada musim penghujan ini.

"Kami terus melakukan sosialisasi kepada warga agar membangun dilokasi aman dan selalu meningkatkan kewaspadaan apalagi cuaca ekstrem begini," imbuhnya. Walikota terus melakukan koordinasi dengan dinas terkait seperti BPBD, PSDA dan pemangku kepentingan lurah, camat serta tokoh masyarakat terkait informasi bencana longsor dan banjir di sejumlah wilayah Kota Semarang.

Setiap informasi yang diperoleh, lanjutnya, langsung direspon dengan cepat oleh dinas terkait untuk ditindaklanjuti dengan pembersihan lokasi dan membantu korban bencana. Setiap laporan dari dinas terkait, juga ditindaklanjuti dengan koordinasi dinas terkait dengan polsek serta koramil dengan terjun membantu membersihkan puing-puing dan kerja bakti dengan masyarakat.

Pemkot juga akan membantu korban untuk dapat memperbaiki rumah mereka kembali, terangnya. Perbaikan dan pembangunan infrastruktur sudah dan terus dilakukan oleh pemerintah diantaranya normalisasi Banjir Kanal Timur pada pertengahan 2017 serta pembangunan tanggul laut yang oleh pemerintah pusat direncanakan usai setelah 2 tahun.

Keberadaan tanggul laut ini, lanjutnya akan membendung air laut masuk ke dataran, terutama luapan air dari Kali Tenggang dan Sringin. Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Semarang, Iwan Budi Setiawan mengaku telah melakukan langkah preventif penanggulangan bencana.

"Area yang rawan longsor kami beri terpal biar aman, kami juga menghimbau warga agar dievakuasi ketempat aman mengantisipasi longsor susulan. Bahkan makan, minum serta kebutuhan selimut bantuan korban telah kami sampaikan," ujar Iwan.

Iwan menjelaskan beberapa daerah rawan longsor agar terus meningkatkan kewaspadaan. Diantaranya, wilayah rawan longsor khususnya daerah selatan garis tengah mulai dari barat yakni Wonosari, Tambakaji, Gisikdrono, Kembangarum, Simongan, Bongsari, Petompon, Randusari, Lempongsari, Tinjomoyo, Tembalang, Jombang, dan daerah Candi, terang Iwan. Hingga November 2016 ini, lanjutnya, telah terjadi sekitar 38 bencana longsor di kota Semarang, yang cukup parah yakni di Bukitsari, Semarang hingga menelan korban jiwa dua orang anak
.