• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Berita Kota

Kampung Tematik Hapus Kawasan Kumuh

 22-11-2016 07:07 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 140 kali Berita Kota
Semangat Pemkot Semarang untuk mewujudkan Kota Semarang yang bersih dan bebas dari kawasan kumuh, dibuktikan dengan pencanangan beberapa kelurahan sebagai kampung tematik. Salah satunya, kawasan kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Semarang Timur sebagai Kampung Batik Kota Semarang.

Kedepan Pemkot berharap seluruh kampung-kampung yang ada di kelurahan Kota Semarang akan semakin baik. Ditargetkan, pada tahun 2019 Kota Semarang akan bebas dari kawasan kumuh. Tercatat, saat ini kawasan kumuh seluas 416 ha dan ditargetkan menjadi 0.  

“Kampung akan semakin baik. Baik dari sisi fasilitas, infrastruktur maupun saluran drainase,” ungkap Walikota. Lebih lanjut, berbagai program akan dilaksanakan Pemkot Semarang salah satunya melalui program kampung tematik untuk pengentasan kawasan kumuh. Wilayah kampung-kampung di Kota Semarang akan disulap lebih indah, bersih, hijau dan memiliki sarana prasarana yang baik.  

“Yang terpenting adalah semangatnya untuk menjadikan wilayah lebih baik dan ijo royo-royo. Harus ada semangat menanam, kalau tidak punya halaman, bisa di pot, kalau pot mahal bisa dikaleng atau plastic bekas, jadi tidak ada alas an untuk tidak menanam,” ungkap Walikota. Setelah wilayah baik, target selanjutnya adalah pemberdayaan potensi warga di lingkungan kampung tersebut.

Dicontohkannya, seperti di kelurahan ini memiliki potensi batik, ada pengrajin maupun pedagangnya, maka kampung ini kemudian dicanangkan sebagai kampung batik. Sebagai tahap awal, tahun 2016 ini, memang baru percontohan di 32 kelurahan meliputi 16 kecamatan. Selanjutnya bertahap seluruh kelurahan akan memiliki tema khusus yang akan dikenal dan dikembangkan. Dengan demikian akan lebih mudah untuk dikenal, dipromosikan dan dikembangkan sesuai potensi wilayahnya, lanjut Walikota.