• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Berita Kota

Launching Wahana Apung Guna Siapkan Kampung Bahari Tambaklorok

 25-11-2016 17:50 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 34 kali Berita Kota
Geliat Tambaklorok dijadikan Kampung Bahari oleh Pemerintah pusat mulai menandakan pencerahan. Jumat (25/11) dilakukan peresmian perdana prototipe wahana apung/ rumah apung oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat DR. Ir. M. Basuki Hadimuljono, M.Sc.

Peresmian dilakukan dengan pengguntingan rangkaian bunga di damping Sekda Kota Semarang Adi Tri Hananto. Pembangunan Kampung Bahari merupakan salah satu wujud Program Nasional Nawacita, yaitu menghadirkan kembali Negara untuk melindungi segenap bangsa dan Negara, dengan memperkuat jati diri sebagai Negara maritim (bahari).

Adapun konsep bangunan apung yang diusung Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Balitbang PUPR) untuk Kota Semarang disebut dengan system Sistem Modular Wahana Apung (Simowa) dengan cara memanfaatkan gaya apung air,  terdiri dari dua bagian yakni bagian pontoon dan struktur atas.

Ponton terdiri dari foam, besi bertulang dan beton. Sementara struktur bangunan atas menggunakan kombinasi baja barat, baja ringan dan bahan local seperti bamboo yang sudah diawetkan. Sedangkan strukturnya berlantai dua dengan konsep bangunan ramah lingkunan, mandiri dalam kebutuhan energi, dan tidak mencemari lingkungan. Dimana lantai bawah dan atas dirancang dengan konsep menyatukan kebutuhan pertemuan warga, perpustakaan hingga penyampaian informasi pemerintah di kawasan tersebut.

Adi Tri Hananto dalam sambutan menyampaikan ucapan terima kasih banyak kepada pihak-pihak yang telah membantu mewujudkan Kampung Bahari Tambak Lorok diantaranya kepada Bapak Menteri PUPR beserta jajarannya, Gubernur Jawa Tengah, PT Pelindo II, KSOP Pelabuhan Tanjung Mas serta semua pihak yang berbesar hati membantu mewujudkan Kampung Bahari Tambaklorok. Lanjut Adi, konsep pembangunan kampung Bahari memfokuskan pada tiga hal yaitu Peremajaan kawasan (urban renewal), Pemberdayaan masyarakat (empowerment), Sumber daya lokal (local resources)

“Wahana Apung ini, rencana akan dimanfaatkan untuk Balai/ Rumah Baca untuk warga, disamping juga bisa dimanfaatkan untuk Pariwisata, Promosi dan sekaligus Sosialisasi untuk merubah mindset  warga dari landed house ke Wahana Apung. Dan kedepan apabila masyarakat setuju wahana apung ini bisa dikembangkan menjadi hunian apung untuk warga Tambaklorok” urai Adi Tri Hananto.

Dengan harapan Warga Tambaklorok tidak terbebani lagi biaya untuk meninggikan rumahnya. Sementara Basuki Hadimuljono dalam paparannya menyatakan bahwa bangunan apung ini menjadi bangunan apung pertama di Indonesia yang diharapkan akan menjadi etalase/ percontohan untuk bangunan-bangunan apung lainnya di Indonesia.

“Apalagi kami mengetahui bahwa lokasi Tambaklorok rentan dengan penurunan tanah/ land subsidance yang cukup tinggi 10-13 cm per tahun sehingga inovasi ini diharapkan dapat meminimalisasi problematika tersebut” tuturnya.

Pihaknya berencana pembuatan rumah apung sekitar 300 rumah untuk relokasi yang kena tanggul. Adapun mengenai ketahanan, Basuki mengklaim bahwa bangunan ini cukup bisa bertahan hingga 50-100 tahun yang akan datang karena dari bahannya sendiri yang ramah lingkungan dan murah, jika ada banjir rumah apung ini akan mengikuti naik kena pasang surut. Kalau tidak pakai apung kira-kira bisa menambah biaya 40% dari pondasi apung. Bedanya konsep apung di Negara lain, kita mengadopsi dan mengembangkan dari Negara belanda. Bedanya kalau di Belanda pakai Glu betonnya precase, kalau kita betonnya cor insitu.