• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

PEMKOT SEMARANG SERIUS REHABILITASI RUMAH TIDAK LAYAK HUNI

 06-12-2016 13:04 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 504 kali Berita Kota
Semarang – Dalam rangka terlaksananya penanggulangan kemiskinan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga miskin atau sangat miskin sekaligus memotong rantai kemiskininan yang selama ini terjadi, Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Sosial, Pemuda dan Olahraga (Dinsospora) Kota Semarang mengadakan acara Bimbingan Teknis (bimtek) Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dan Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Kota Semarang 2016 yang bertempat di Aula Kantor Kecamatan Semarang Barat, Selasa (06/12). Acara tersebut dibuka oleh Sekretaris Dinsospora Kota Semarang Drs. Djoko Rakito dan dihadiri oleh dari segenap SKPD terkait, Camat Semarang Barat, Camat Semarang Utara, penerima bantuan rehabilitasi sosial RTLH dan penerima KUBE.  

Dihadapan peserta bimbingan teknis penerima bantuan, Sekretaris Dinsospora Kota Semarang Drs. Djoko Rakito dalam sambutannya  mengatakan bahwa dalam hal ini Pemerintah Kota Semarang memfasilitasi Program Kelompok Usaha Bersama dan Bantuan Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni tersebut merupakan program dari Kementrian Sosial Republik Indonesia yang bertujuan mengentaskan kemiskinan.

Djoko juga mengatakan bahwa tahun 2016 ini Pemerintah Kota Semarang mendapatkan bantuan sosial Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 40, yaitu di Kecamatan Semarang Barat, Semarang Utara, Kecamatan Tembalang, Kecamatan Pedurungan, Kecamatan Gayamsari, Kecamatan Semarang Timur, Kecamatan Genuk dan Kecamatan Ngaliyan. Sementara Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni sebanyak 30 rumah di wilayah Kelurahan Dadapsari dan Kelurahan Purwosari Kecamatan Semarang Utara. Ditambahkan Djoko bahwa warga miskin mempunyai hak yang sama mempunyai rumah layak huni.

“semua warga masyarakat, baik yang kaya maupun miskin, mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Begitu juga para penerima bantuan PKH, mereka berhak untuk bertempat tinggal di rumah yang layak huni” katanya.