• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Semarang Raih Predikat Kota Peduli HAM

 09-12-2016 07:00 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 261 kali Berita Kota
Setelah dihujani dengan sejumlah penghargaan di berbagai bidang, di penghujung tahun 2016 Kota Semarang kembali memperoleh penghargaan dan pengakuan di tingkat nasional  berupa predikat sebagai Kota Peduli Hak Asasi Manusia (HAM) dari Kementerian Hukum dan HAM, Kamis (8/12).

Bertempat di Gedung Grahadi Balaikota Surabaya Penghargaan berupa Kota Peduli Hak Asasi Manusia yang ditujukan kepada Kota Semarang diterima oleh Kepala Bagian Hukum Abdul Haris mewakili Walikota Semarang dari Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Hamonangan Laoly.

Penghargaan sebagai Kota Peduli Hak Asasi Manusia (HAM) tersebut diserahkan bersamaan dengan peringatan Hari HAM se-Dunia yang dihadiri oleh kepala daerah seIndonesia. Menurut Kepala Bagian Hukum Setda Kota Semarang Abdul Haris, Predikat tersebut diperoleh pasalnya Kota Semarang dianggap berhasil membangun kesadaran masyarakat akan produk-produk hukum.

“Selama ini kami membina masyarakat kota Semarang melalui Kelompok Sadar Hukum, sosialisasi Rencana Hak Asasi Manusia, sosialisasi produk hokum baik di tingkat daerah maupun pusat, termasuk lomba Kadarkum tingkat Kota Semarang yang dilaksanakan Selasa (6/12),” tambahnya.

Sejumlah kriteria penilaian ditetapkan oleh Kementerian Hukum dan HAM berdasarkan penilaian dari tahun 2015 bagi kabupaten kota sebagai penerima penghargaan peduli HAM. Diantaranya pada aspek hak hidup berupa angka kematian ibu hamil dan bayi, hak mengembangkan diri berupa angka anak-anak yang berkebutuhan khusus, penyandang buta aksara. Selain itu yang juga dinilai adalah aspek hak atas kesejahteraan berupa jumlah keluarga berpenghasilan rendah, rumah tidak layak huni, jumlah pengangguran, balita kurang gizi, serta aspek hak atas rasa aman, dan hak perempuan yang disampaikakan melalui Pemerintah Provinsi Jawa Tengah selaku koordinator.

“Semakin menurun angkanya akan semakin baik bagi kota tersebut,” tambahnya. Penyerahan penghargaan ini, menurut Menteri Hukum dan Ham adalah bentuk apresiasi pemerintah terhadap kreativitas dan pengembangan diskursus terhadap HAM di Indonesia. Walikota Semarang, Hendrar Prihadi memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kesuksesan ini terutama masyarakat Kota Semarang.

“Saya berharap dengan diterimanya penghargaan ini masyarakat Kota Semarang yang telah kami beri sosialisasi terkait HAM dan Produk hukum akan semakin sadar dan melek hukum,” pungkasnya.