• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Berita Kota

Guna lebih mengkoordinasi, mensinkronisasi, mengintegrasi program dan menggali masukan stakeholder tentang tindak lanjut program pengentasan kemiskinan “Kampung Tematik” serta memformulasikan perencanaan lebih lanjut secara proporsional dan komprehensif P

 09-12-2016 07:02 WIB    by Admin    Dilihat: 136 kali Berita Kota
Guna lebih mengkoordinasi, mensinkronisasi, mengintegrasi program dan menggali masukan stakeholder tentang tindak lanjut program pengentasan kemiskinan “Kampung Tematik” serta memformulasikan perencanaan lebih lanjut secara proporsional dan komprehensif Pemkot Semarang melalui Bappeda mengadakan Workshop dan FGD Kampung Tematik yang bertempat di Ruang Lokakrida lantai 8 kompleks Balaikota, Kamis (8/12).

Acara tersebut dibuka langsung oleh Walikota Semarang Hendrar Prihadi dan di dihadiri oleh SKPD, Camat, Perguruan Tinggi/ Universitas dan stakeholder. Dihadapan peserta Workshop dan FGD Kampung Tematik, Wali Kota Hendrar Prihadi dalam sambutannya mengatakan agar mensukseskan program pengentasan kemiskinan kampung tematik Kota Semarang karena merupakan amanat peraturan Presiden RI Nomor 15 Tahun 2010 tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan.

Lebih lanjut dikatakan Walikota, pihaknya telah menganggarkan 200 juta untuk penanggulangan kemiskinan dan masalah kumuh di Kota Semarang dengan tuntas atasi masalah kumuh 416 hektar di 16 Kecamatan, termasuk didalamnya melalui program Kampung Tematik. Walikota berharap partisipasi masyarakat dan stakeholder baik BUMN, BUMD, dll agar ikut merangkul kegiatan ini demi tercapainya penangnggulan kemiskinan Kota Semarang.

“Karena Kampung Tematik bukan milik Kecamatan tapi masyarakat Kota Semarang” tegasnya. Dengan adanya kampung tematik diharapkan nanti lingkungan sekitar juga bermanfaat selain itu juga pemberdayaan masyarakat dan kemudian pemberdayaan ekonomi tumbuh dengan kampung tematik Adapun narasumber dihadirkan dalam FGD ini ada 5. Yakni Ketua TP PKK Kota Semarang Krisseptianan Hendrar Prihadi, Guru Besar Ilmu Lingkungan Undip Prof, Dr. Soedarto P Hadi, LSM PATTIRO Dini Inayati dengan tema, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jawa Tengah, dan Komisi D DPRD Kota Semarang Dr. Anang Budi Utomo.
Krisseptiana Hendrar Prihadi dalam pengarahan menyampaikan harapannya dengan adanya workshop ini dapat mengurai persoalan-persoalan yang ada di masyarakat.

“Dengan pembelajaran ini kita tidak hanya belajar bagaimana mengedukasi masyarakat menata lingkungan saja, tetapi pemberdayaan dan yang penting adalah bagaimana mindsetnya dari masyarakat supaya masyarakat itu menjadi subjek sebagai pelaksana dalam pembangunan untuk bergerak bersama membangun Kota Semarang”.