• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Berita Kota

Sebelum Tutup Usia Sempat Ucapkan Takbir

 12-12-2016 20:19 WIB    by Admin    Dilihat: 50 kali Berita Kota
Ibunda Walikota Semarang Hendrar Prihadi , Ny. Sutarni Sunarso , Senin (12/12) jam 02.00 meninggal dunia di ruang ICU  RSU Ketileng Semarang, almarhumah meninggal di usia 87 tahun dikarenakan faktor usia, sebelumnya almarhumah sempat dirawat di rumah sakit tersebut sejak hari Jumat(9/12). 

Bagi Hendrar Prihadi  almarhumah yang meninggalkan  sepuluh orang putra putri sangat dekat dengan dirinya, selama ini almarhumah bertempat tinggal serumah dengan dirinya di Jalan Lempongsari Raya 372 Semarang.  Sejak pagi hari ribuan pelayat yang datang dari berbagai kalangan mengunjungi rumah Hendi di Lempongsari, mulai dari pejabat penting, jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), kalangan DPRD Kota Semarang, ribuan PNS, warga setempat hingga kolega wali kota.

Hendi sendiri tiba di rumah duka kurang lebih pukul 11.13, karena sebelumnya ia sedang berada di Jakarta. Ia tak mampu menyembunyikan kesedihannya melihat sosok yang paling dicintai telah pergi untuk selama-lamanya. Begitu tiba di rumah duka, Hendi langsung mencium jenazah ibundanya, diteruskan salat jenazah. Hendi sendiri tiba di rumah duka kurang lebih pukul 11.13, karena sebelumnya ia sedang berada di Jakarta. Ia tak mampu menyembunyikan kesedihannya melihat sosok yang paling dicintai telah pergi untuk selama-lamanya.

Begitu tiba di rumah duka, Hendi langsung mencium jenazah ibundanya, diteruskan salat jenazah. Sesuai jadwal, jenazah sedianya diberangkatkan ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bergota pukul 13.00. Namun sempat tertunda karena menunggu sejumlah sanak saudara yang masih dalam perjalanan menuju rumah duka. Jenazah baru diberangkatkan kurang lebih pukul 13.15.

Hendi naik mobil ambulans yang membawa jenazah ibundanya. Sedangkan istrinya, Krisseptiana bersama sanak keluarga yang lain menaiki mobil pribadi. "Memang usianya sudah sepuh, 87 tahun. Sejak seminggu kondisinya naik turun. Sempat dirawat di rumah, kemudian dibawa ke rumah sakit sejak 4 hari lalu. Meninggal Senin (12/12) kurang lebih pukul 02.00.

Sebelum meninggal sempat minta dituntun untuk melafadz-kan kalimat takbir 'allahuakbar'," kata Arnaz Agung Andrar Asmara, cucu pertama dari almarhum, kepada Jawa Pos Radar Semarang usai prosesi pemakaman di TPU Bergota Semarang, kemarin. Dikatakan Arnaz, eyangnya memang telah sakit-sakitan sejak lama karena faktor lanjut usia.

"Bahkan dua tahun lalu, sempat dalam kondisi koma selama dua minggu. Namun sehat lagi. Memang sudah sepuh, jadi kondisinya naik turun," katanya. Malam sebelum Ibunda Sutarni meninggal, sejumlah sanak keluarga sempat menunggui. Namun sekitar pukul 00.00, dini hari, keluarga pulang ke rumah karena kecapekan. "Pukul 01.00 minta dibantu berdoa, pukul 02.00 meninggal," katanya. Sutarni dikenal sebagai sosok ibu yang bijak dan penuh kasih sayang. Terlebih terhadap anak dan cucunya. Ia juga menjadi sosok yang disiplin dalam mendidik anak di lingkung keluarga.

"Ada 10 anak, Pak Hendi merupakan anak terakhir (bungsu). Kalau ayah saya anak pertama," terang Arnaz. Almarhumah disemayamkan di dekat pusara, Hendrar Rukmi, kakak Hendi. Sedangkan pusara suami almarhum yang merupakan pensiunan tentara, terpisah di blok lain tak jauh dari makam Sutarni. "Kakek dulu pensiunan tentara, pangkat terakhir kapten," imbuhnya.

Sebagai anak bungsu dari 10 bersaudara, Hendi sangat dekat dengan sosok ibunda. Sebab ia tinggal serumah di Jalan Lempongsari Raya Nomor 372 Gajahmungkur, Semarang. Kebiasaan Hendi sebelum berangkat bekerja, selalu menyempatkan berbincang dan berpamitan dengan ibundanya. Begitupun saat pemilihan wali kota beberapa waktu lalu, Hendi meminta doa restu ibundanya. Kepala Bagian Humas Kota Semarang, Achyani mengatakan almarhumah meninggal setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit.

"Sebelumnya memang sudah sering rawat jalan. Saat ibunda meninggal, kebetulan pak Wali Kota sedang dinas di luar," kata dia.