• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

“Rencana Aksi Daerah Kota Sehat, Rehabilitasi Sejumlah Tatanan di Semarang”

 14-12-2016 06:57 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 318 kali Berita Kota
Guna mewujudkan Semarang menjadi Kota yang bersih, nyaman dan sehat, serta agar dapat membangun sinergitas di masing-masing peran, Pemkot Semarang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah menyelenggarakan sosialisasi Rencana Aksi Daerah Kota Sehat di Gedung Moch Ichsan lantai 8, Selasa (13/12)

Dalam sosialisasi Rencana Aksi Kota Sehat yang dihadiri oleh  Sekda Kota Semarang, forum kota sehat, sejumlah SKPD yang terdiri Disdik, Disospora, DTKP, Disperindag, Ketahanan Pangan, Dishub, Bapermasper dan KB, Bapeda ini berdasarkan pada peraturan bersama tentang Kota Sehat, peraturan Gubernur Jateng tentang Kota Sehat, dan Keputusan Walikota Semarang.

Kepala Bappeda Kota Semarang, Bambang Haryono menyampaikan bahwa Konsep kota sehat Pertama kali dikembangkan di Eropa oleh WHO yang berarti sebuah pembangunan kesehatan akan suistainable atau berkelanjutan pada semua aspek, social, ekonomi, lingkungan dan budaya.

“Oleh karena itu konsep kota sehat tidak hanya memfokuskan kepada pelayanan kesehatan saja tetapi kepada aspek menyeluruh yang mempengaruhi kesehatan masyarakat baik jasmani maupun rohani. Kata kunci konsep kota sehat adalah pemberdayaan masyarakat, upaya preventif, dan rehabilitaif,” ujarnya.

Sementara sekretaris Forum Kesehatan Kota, Yuni menyampaikan bahwa pmbentukan kota sehat dilatar belakangi adanya perkotaan yang mengalami permasalahan yang hampir serupa diantaranya Pencemaran lingkungan karena aktivitas pabrik, padatnya penggunaan kendaraan dan persampahan, tingginya jumlah penduduk yang menyebabkan penyebaran penyakit (DBD,HIV AIDS, TB), perderan narkoba, pergaulan bebas, dan kemiskinan.

“Forum Kota Sehat meliputi berbagai Tatanan diantaranya Tatanan Permukiman Umum, Tatanan Tertib dan Transportasi, Tatanan Industri Perkantoran, Tatanan Pangan dan Gizi, Tatanan Sehat Mandiri, Tatanan Hutan Sehat, dan Tatanan Pariwisata,” ujar Yuni.

Dalam pelaksanaan Kota Sehat di tahun 2017 rencananya akan dilakukan rehabilitasi disejumlah tempat diantaranya Terminal di Penggaron, 3 buah Pasar di sampangan, rasamala, dan pedurungan, dan sejumlah Sekolah di SMA/SMK 4 dan SMP. Selain itu dilakukan pula perbaikan di Kawasan Pemukiman, Sarana dan Prasarana Umum diantaranya di kelurahan Pandean Lamper, kelurahan Miroto, kelurahan Lempongsari, kelurahan Sampangan, kelurahan Padangsari, kelurahan Ngesrep, kelurahan Kemijen, kelurahan tambakhaji, kelurahan Bringin, kelurahan Purwoyoso, kelurahan Karanganyar Gunung, kelurahan Krapyak, kelurahan Panggung Lor, kelurahan Tembalang, kelurahan Bulusan, dan kelurahan Sukorejo.

Adapula perbaikan Kawasan Pariwisata Sehat di kelurahan Plamongansari (batik), kelurahan Tugurejo (wisata mangrove), kelurahan Bongasari (sam poo kong), kelurahan Tawangsari (pantai marina), kelurahan Tanjung mas (kota lama), kelurahan wonolopo (desa wisata), kelurahan Purwosari (kampung anggrek), kelurahan Kedungpani, kelurahan Kandri (desa wisata), Ketahanan pangan dan gizi di kelurahan Bangetayu Kulon, kelurahan Tambangan, kelurahan Bubakan, kelurahan Lamper Tengah, kelurahan Sendangmulyo, kelurahan Nogkosawit, kelurahan Plalangan, serta perbaikan kehidupan masyarakat sehat yang mandiri di kelurahan Rejosari, kelurahan Mlatiharjo, kelurahan Bangetayu Wetan, kelurahan Wonotingal, kelurahan Krapyak, kelurahan Kalibanteng Kulon, kelurahan Peterongan, kelurahan Karmas, kelurahan Sampangan.