• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

“Penghargaan EKUP: Udara di Semarang Berkualitas Baik”

 15-12-2016 06:49 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 458 kali Berita Kota
Kualitas udara di Kota Semarang dinilai baik. Hal itu dibuktikan dengan diterimanya penghargaan Evaluasi Kualitas Udara Perkotaan (EKUP) Tahun 2016 Kategori Kota Metropolitan terbaik ke 2 dari kementrian Lingkungan Hidup, Rabu (14/12) di Hotel Shangrila Jakarta.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementrian Lingkungan Hidup kepada Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Semarang mewakili Walikota Semarang yang masih berkabung atas berpulangnya sang ibu  Senin lalu. Menurut Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan,  M.R Karliansyah dewasa ini kualitas udara ditentukan oleh potensi pencemaran udara di berbagai kota akibat kegiatan transportasi makin meningkat.

“Dari data tahun 2016 diperoleh sebuah parameter yang melampaui baku mutu udara ambient yaitu hidro carbon (HC) di Kota Medan. Selain itu terdapat sebanyak 14 kota yang tidak melaksanakan kegiatan EKUP 2016 diantaranya Bandung, Bekasi, Depok, Bogor, Surabaya, Tangerang, Malang, Tangerang Selatan, Jayapura, Manokwari, Kendari, Ternate, Palangkaraya, serta Pangkal Pinang,” paparnya.

Ia melanjutkan bahwa manfaat EKUP diantaranya adanya informasi kualitas udara, kinerja dan daya saing kota dalam pengelolaan kualitas udara dan penerapan transportasi berwawasan lingkungan, dan terdapatnya acuan bagi pemerintah dan masyrakat kota untuk meningkatkan kualitas udara perkotaan.

Selain itu melalui EKUP dapat dijadikan arahan dan masukan dalam menetapkan kebijakan strategi dan rencana aksi pengelolaan kualitas udara khususnya dari sumber bergerak serta laporan akuntabilitas pemerintah kepada masyarakat tentang pengelolaan kualitas udara di perkotaan di Indonesia.

Dalam penentuan penerima penghargaan tersebut ditetapkan sejumlah Indikator penilaian diantaranya penilaian dari kualitas udara akibat transportasi diantaranya uji emisi kendaraan, traffic counting, uji udara ambience roadside, kualitas bahan bakar, serta manajemen transportasi berkelanjutan. Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Semarang Gunawan Saptogiri mengungkapkan bahwa ini merupakan apresiasi dari Kementrian Lingkungan Hidup atas upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Semarang.

“Tak heran karena selama ini BLH telah melakukan sejumlah upaya diantaranya penanaman pohon yang berfungsi sebagai penyerap zat polusi udara, pengawasan terhadap emisi cerobong industry, uji emisi kendaraaan secara berkala, pemantauan kualitas udara ambient di 16 kecamatan, 7 kawasan industry, serta 8 roadside,” tambahnya.

Pihaknya berharap dengan diterimanya penghargaan tersebut seluruh masyarakat dapat menjaga dan meningkatkan kualitas udara di kota semarang dengan banyak melakukan penanaman pohon, erawat kendaraan, serta melakukan kepatuhan perusahaan terhadap penggunaan bahan baku yang ramah lingkungan dan menggunakan cerobong sesuai dengan peraturan yg berlaku.