• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

ULTAH YANG KE 26, RSUD KOTA SEMARANG SIAP BERGANTI NAMA

 19-12-2016 06:51 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 370 kali Berita Kota
Semarang – Bertempat di halaman Rumah Sakit Umum Daerah Jalan Ketileng Semarang, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memimpin Apel dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang ke 26, Sabtu (17/12).

Turut hadir dalam apel tersebut Wakil Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu, Sekda Kota Semarang Direktur Utama RSUD Kota Semarang Susi Herawati, M.Kes, Kepala Dinas Kesehatan, SKPD terkait, para dokter, jajaran direksi dan perawat di lingkungan RSUD Kota Semarang. Apel tersebut merupakan puncak dari rangkaian HUT RSUD Kota Semarang yang ke 26.

Setelah sebelumnya di tanggal 4 Desember 2016 Rumah Sakit milik Pemerintah Kota  Semarang tersebut menggelar acara Bakti Sosial pemasangan alat KB implant, IUD, MOW dan operasi katarak, yang telah diikuti oleh 154 orang peserta yang terdiri dari 66 orang untuk pemasangan implant, 64 orang untuk pemasangan IUD, 14 orang untuk pemasangan MOW, serta 10 orang untuk operasi katarak.  

Dihadapan peserta apel, Wali Kota Semarang mengucapkan selamat ulang tahun yang ke 26 untuk RSUD Kota Semarang, dan berpesan di moment  tersebut adalah moment  yang pas untuk mengkoreksi diri. Lebih lanjut Wali Kota mengatakan ada beberapa pekerajaan rumah yang harus diselesaikan RSUD Kota Semarang. Salah satunya Wali Kota menargetkan RSUD untuk melaunching sebuah nama baru untuk RSUD Kota Semarang.

“Target paling dekat, segera di launching sebuah nama baru  rumah sakit kebanggan masyarakat Kota Semarang ini, yang diambil dari tokoh atau pahlawan lokal Semarang tapi juga sudah tercatat di tingkat Provinsi Jawa Tengah bahkan Nasional ” katanya. Hendi sapaan akrab Wali Kota menyinggung laporan yang ditujukan kepada RSUD Kota Semarang melalui system “Lapor Hendi” beberpa waktu lalu.

“Ada yang lapor ke sistem “Lapor Hendi” yang masuk tanggal 8 September 2016. Laporannya sederhana : Pak Hendi, Suster di RSUD Ketileng kok jutek-jutek. Apa tidak pernah dilakukan pembinaan?
Saya ingatkan, kita sebagai pelayan yang bijak jangan alergi dengan yang namanya kritik, komplain dan saran, segeralah lakukan instrospeksi. Semua yang sudah dibangun rumah sakit ini dari ruang kelas 3 yang vip, peralatan yang canggih, itu semua merupakan penunjang pelayanan. Yang tak kalah pentingnya adalah peningkatan mental dan perilaku. Sekarang saat nya kita melayani dan bukan dilayani” ujar Hendi.

Sementara Direktur Utama RSUD Kota Semarang Susi Herawati dalam statementnya usai mengikuti apel, mengatakan bahwa hingga sampai umur 26 tahun tidaklah mudah. Banyak sekali perjuangan.

“Perlu perjuangan terus-menerus, dan kami bersyukur di tahun 2016 kita mendapatkan Akreditasi Lulus tingkat Paripurna, karena disitulah letak mutu pelayanan, tujuan kami adalah peningkatan mutu dan keselamatan pasien yang sesuai tema kita saat ini Layanan Prima, Tekad Kita Bersama” kata Susi.

Disinggung soal pergantian nama RSUD Kota Semarang, Susi mengatakan bahwa pergantian nama RSUD Kota Semarang tersebut merupakan instruksi dari Bapak Wali Kota Semarang. Susi mengatakan bahwa pencarian nama untuk RSUD bukan nama sembarangan, beliau adalah pahlawan yang telah berjasa untuk Kota Semarang dan Jawa Tengah.

Dalam penetapan nama, Susi menambahkan harus memperhatikan sislsilah dari pahlawan tersebut karena berkaitan dengan ahli waris dan sebagainya, dan yang paling penting nama pahlawan tersebut dapat memberikan motivasi kepada RSUD dalam melangkah dalam melayani masyarakat.   

“Dalam peringatan pertempuran 5 hari di Kota Semarang beberapa waktu lalu, kami terinspirasi dengn sosok WONGSONEGORO yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah yang pertama. Seorang sipil yang ikut mengusir penjajah dan mempunyai filosofi yang sesuai dengan rumah sakit kami, yaitu rendah hati melayani dengan tulus. Sehingga kami ingin mengangkat nama pahlawan kita WONGSONEGORO sebagai nama Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang” terangnya.