• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Kota Semarang Peroleh Penghargaan karena Kualitas Udaranya Dinilai Baik

 19-12-2016 14:54 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 275 kali Berita Kota
Semarang - Kota Semarang kembali memperoleh penghargaan di akhir tahun 2016. Kali ini ada penghargaan Evaluasi Kualitas Udara Perkotaan (EKUP) tahun 2016, yang artinya Kota Semarang menjadi salah satu kota yang memiliki udara yang dinilai baik. Penghargaan yang diterima Kota Semarang dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu masuk dalam kategori Kota Metropolitan terbaik ke-2 mengalahkan sejumlah kota di Indonesia.

Penghargaan diserahkan siang tadi (14/12) di hotel Shangrila Jakarta oleh Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, M.R Karliansyah kepada Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Semarang, Gunawan Saptogiri yang mewakili Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi yang masih berkabung atas wafatnya sang ibu.

Ada berbagai indikator yang dinilai sehingga Kota Semarang mendapatkan penghargaan tersebut antara lain kualitas udara akibat transportasi yang meliputi uji emisi kendaraan, traffic counting, uji udara ambient roadside, kualitas bahan bakar, serta manajemen transportasi berkelanjutan.

"Tidak heran, karena selama ini BLH telah melakukan sejumlah upaya diantaranya penanaman pohon yang berfungsi sebagai penyerap zat polusi udara, pengawasan terhadap emisi cerobong industri, uji emisi kendaraan secara berkala, pemantauan kualitas udara ambient di 16 kecamatan, 7 kawasan industri, serta 8 roadside," kata Gunawan seperti dalam siaran pers yang diterima detikcom, Rabu (14/12/2016).

Ia berharap kualitas udara Kota Semarang bisa dipertahankan atau lebih diperbaiki dengan banyak menanam pohon, merawat kendaraan, dan untuk perusahaan harus peduli pada penggunaan bahan baku yang ramah lingkungan dan menggunakan cerobong sesuai peraturan.

Sementara itu M. R Karliansyah mengatakan manfaat EKUP diantaranya adanya informasi kualitas udara, kinerja dan daya saing kota dalam pengelolaan kualitas udara dan penerapan transportasi berwawasan lingkungan, dan terdapatnya acuan bagi pemerintah dan masyarakat kota untuk meningkatkan kualitas udara perkotaan.

"Dari data tahun 2016 diperoleh sebuah parameter yang melampaui baku mutu udara ambient yaitu hidro carbon (HC) di Kota Medan," jelasnya. Dengan penghargaan tersebut, Kota Semarang menambah koleksi penghargaan yang diperoleh berturut-turut di akhir tahun.

Penghargaan tersebut antara lain dari Ombudsman RI terkait predikat kepatuhan tinggi pelayanan publik, kemudian dari Kementerian Pariwisata yaitu memperoleh peringkat tinggi untuk indeks Pariwisata, dan masih ada beberapa penghargaan lain.