• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Berita Kota

“Perangi Pungli, Bayar Rusunawa Cukup Pakai Kartu”

 22-12-2016 06:56 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 103 kali Berita Kota
Kini bayar rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) di Kota Semarang tidak perlu bayar tunai, penghuni cukup menggunakan kartu. Hal itu disampaikan Walikota Semarang pada acara Penyerahan Secara Simbolis Kartu Virtual Account Penghuni Rusun Se-Kota Semarang, Rabu (21/12) di Rusunawa Karangroto Jl. Kudu Raya Kelurahan Karangroto Kecamatan Genuk. Kartu virtual guna pembayaran rusunawa tersebut berlaku tidak hanya di Rusunawa Karangroto saja, melainkan untuk seluruh rusunawa di Kota Semarang seperti Rusunawa Genuk, Kaligawe, Plamongan, Pekunden, dan Bandarharjo. Dalam kesempatan tersebut pihaknya menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada BNI yang telah menjadi media partner dalam sistem pembayaran sewa rusun melalui kartu virtual account BNI. “Ini tentu saja menguntungkan bukan hanya bagi penyewa rusun saja, namun juga memberi manfaat positif bagi Pemerintah Kota Semarang. Dengan sistem pembayaran seperti ini, bagi penyewa rusun akan memperoleh keuntungan berupa efisiensi waktu, biaya dan tenaga,” tambahnya. Selain itu penyewa Tidak perlu antre untuk membayar biaya sewa rusun, cukup melalui ATM, pembayaran di teller cabang BNI, agen BNI bahkan lewat internet di manapun panjenengan berada. Praktis, fleksibel dan ekonomis. Tambah lagi di akhir tahun ada undian berhadiah motor bagi pembayar cepat,” tuturnya. Sementara bagi Pemerintah Kota Semarang implementasi pembayaran dengan kartu virtual account semacam ini akan memudahkan dalam mengidentifikasi pembayaran dari penyewa rusun secara realtime serta mempermudah rekonsiliasi hasil pembayaran uang sewa secara cepat dan akurat. “Dan yang pasti cara ini akan menghindarkan praktek calo maupun pungli!,” tegas Walikota. Kota Semarang merupakan satu dari 4 kota percontohan Smart City bersama dengan Kota Surabaya, Makassar, dan Bandung. Salah satu indikatornya adalah 149 sistem serta aplikasi yang sudah Pemerintah Kota Semarang jalankan. Bahkan aplikasi tersebut telah diminta untuk dapat diduplikasi untuk Kota atau Kabupaten lain di Indonesia. Usai menyerahkan Kartu Virtual, Walikota Semarang Hendrar Prihadi mengungkapkan meski demikian, konsep smart city yang sudah berjalan di Kota Semarang ini tidak akan optimal tanpa dukungan dan partisipasi semua komponen masyarakat. Menurutnya kedepan era sudah masuk tahapan digitalisasi, sistemasi dan mekanisasi, yang artinya semua urusan bukan lagi dipermudah tetapi sudah digantikan oleh mesin yang berjalan secara otomatis. “Dan Saya rasa hal ini lmerupakan tahapan untuk menuju ke sana, meneguhkan status Semarang sebagai Smart City,” tuturnya. Pihaknya berpesan kepada Dinas Tata Kota untuk melakukan sosialisasi atau pelatihan agar terus diberikan penyewa rusun agar tidak memiliki kesulitan di lapangan pada saat akan melakukan pembayaran.