• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Berita Kota

Perempuan, Tak Lagi Jadi Objek Tapi Subjek

 23-12-2016 05:31 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 25 kali Berita Kota
Peringatan Hari Ibu di Kota Semarang diperingati dengan diselenggarakannya aneka lomba pada Puncak Peringatan Hari Ibu ke-88 yang bertempat di Hall Balaikota Semarang, Kamis(22/12). Kegiatan puncak ini diikuti kurang lebih 500 tamu undangan yang terdiri dari istri Muspida Kota Semarang, anggota DPRD perempuan, TP PKK Kota, kecamatan, kelurahan, kepala SKPD, serta perwakilan organisasi perempuan.   Dibuka oleh Walikota Semarang, Hevearita G. Rahayu, acara dihadiri pula Krisseptiana Hendrar Prihadi selaku Ketua TP PKK, Ketua Bharangkari Polrestabes Semarang, Ketua Persit Candra Kirana Kodim 0733 BS, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Semarang, Ketua GOW Kota Semarang, SKPD. Acara diisi juga dengan lomba keluwesan busana nasional serta bazar berbagai kebutuhan pokok dan fashion. Berbagai produk unggulan kecamatan diangkat pada bazar ini. Pada peringatan ini diangkat tema ”Kesetaraan Perempuan dan Laki-laki Untuk Mewujudkan Indonesia Yang Bebas dari Kekerasan, Perdagangan Orang dan Kesenjangan Akses Ekonomi Terhadap Perempuan”.   Acara dibuka dengan pembacaan puisi bertema Ibu oleh Kriseptia Hendrar Prihadi dan Wakil Wali Kota Semarang Hevearita G. Rahayu. Wakil Walikota selanjutnya membuka acara dengan membacakan sambutan tertulis Walikota Semarang. Peringatan hari ibu kali ini, lanjutnya, diharapkan dapat menjadi momentum dalam menyadarkan untuk terus menghormati jasa, kasih sayang serta peran seorang ibu. Peran dan sosok Ibu menurutnya tidak bisa digantikan oleh siapapun, khususnya dalam melahirkan dan merawat hingga menjadi sosok diri saat ini. “Peringatan hari ibu setiap tanggal 22 Desember bukanlah sekedar seremonial, namun merupakan bentuk apresiasi dan pengakuan seluruh bangsa Indonesia bahwa kemerdekaan yang diraih tidak lepas dari perjuangan luar biasa kaum perempuan Indonesia,” ungkap Wakil Walikota. Lebih lanjut, dirinya mengapresiasi peran kaum perempuan di berbagai sektor kehidupan yang tidak pernah surut. Di Kota Semarang sendiri, Wakil Walikota mengakui dan mengapresiasi peran kaum ibu yang terwadahi dalam organisasi kewanitaan telah memberikan kontribusi nyata dan bermanfaat dalam pembangunan. Diraihnya penghargaan Pakarti Utama 1 dalam Lomba Tertib Administrasi PKK tingkat Nasional oleh PKK Kota Semarang beberapa waktu lalu, lanjutnya, merupakan bukti bahwa kaum perempuan Kota Semarang bukan hanya objek. Melainkan subjek pembangunan yang terus bergerak dan berkontribusi dalam mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat. Sejumlah pesan Walikota Semarang disampaikan Wakil Walikota kepada para ibu yang hadir. Diantaranya, harapan agar upaya perlindungan dan pemberdayaan perempuan akan lebih optimal, lebih baik, terfokus dan menyeluruh di segala aspek. Tak hanya itu, angka kematian ibu dan anak serta masih tingginya kasus HIV/AIDS harus menjadi perhatian semua pihak. Tidak mungkin kalau hanya mengandalkan Pemerintah Kota Semarang, butuh peran dan dukungan dari panjenengan semua. Terakhir, menutup sambutannya, Wakil Walikota mengajak seluruh pihak untuk tidak pernah bosan, menghormati ibu dan kaum perempuan dimanapun berada. Sedangkan kepada para ibu-ibu PKK, Dharma Wanita dan organisasi wanita lain di Kota Semarang, diminta untuk terus merumuskan dan mengoptimalkan program-program kegiatan yang bertujuan mengangkat potensi dan kemampuan kaum perempuan di Kota Semarang.