• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

44 Ha di TPA Jatibarang Jadi Aset Pemkot

 29-12-2016 06:52 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 245 kali Berita Kota
Setelah 36 tahun Pemkot Semarang mengajukan hak pakai atas sebidang tanah seluas 44 hektare di kawasan TPA Jatibarang, akhirnya sertifikat hak pakai untuk tempat pembuangan akhir tersebut diserahkan kepada Pemkot sebagai aset pemerintah kota semarang. Sertifikat tersebut diserahkan oleh Kepala Kantor Pertanahan Kota Semarang Jonahar kepada Sekretaris Daerah Kota Semarang atas nama Pemerintah Kota Semarang pada saat acara peringatan hari Kesetiakawanan Sosial Nasional HKSN di Gedung Balaikota Semarang, Rabu (28/12).

Acara yang diikuti oleh sebanyak 350 orang dari unsur muspida, TNI/Polri, SKPD, organisasi wanita, organisasi sosial, pelajar, relawan sosial dan dunia usaha tersebut mengusung tema “Kerja Nyata Menuju Indonesia Sejahtera”. Dalam acara tersebut Sekda Kota Semarang Adi Tri Hananto dalam sambutannya menyebutkan bahwa HKSN yang kita peringati setiap tahun merupakan sebuah upaya untuk mengenang, menghayati dan meneladani semangat nilai persatuan dan kesatuan, nilai kegotong-royongan, nilai kebersamaan, dan nilai kekeluargaan seluruh rakyat Indonesia dalam merebut kemerdekaan untuk kita implementasikan di era pembangunan seperti sekarang ini.

“Jika kita tarik benang merahnya dengan pembangunan yang bersama-sama kita laksanakan khususnya di Kota Semarang, tentu semangat kesetiakawanan sosial menjadi sangat relevan. Berbagai capaian positif selama ini, tidak lepas dari semangat kesetiakawanan sosial yang diwujudkan dalam bentuk sinergitas dan kebersamaan antara Pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.

Oleh karenanya, lanjut Sekda Pemerintah Kota Semarang terus berupaya agar semangat kebersamaan, tepo seliro, kegotongroyongan sebagai hakekat dari kesetiakawanan sosial tetap tumbuh di tengah-tengah masyarakat. Antara lain, melalui program GERBANG HEBAT di mana kita mensinergikan semua pihak seperti Pemerintah Kota Semarang, perguruan tinggi dan Perbankan serta para pengusaha untuk bersama-sama membantu sedulur-sedulur yang kurang mampu.

Sementara Kepala Disospora Gurun Risyadmoko mengungkapkan acara tersebut bertujuan untuk menjadi momentum agar kelembagaan kesetiakawanan sosial didayagunakan sehingga mnejadi bagian dari sikap dan perilaku kehidupan sehari-hari, bermasyarakat dan berbangsa serta menjadi gerak dasar untuk memudahkan dan memperlancar penyelenggaraan kesetiakawanan sosial secara terkoordinasi, sinergis, terencana, terarah dan berkelanjutan dalam mewujudkan indonesia sejahtera.

“Selain itu dapat mendayagunakan peran aktif masyarakat luas khususnya masyarakat mampu secara melembaga berkelanjutan baik jangka pendek maupun jangka panjang untuk mengatasi dan menanggulangi permasalahan sosial,” ujarnya.    

Pada kesempatan itu Karang taruna Kota Semarang memberikan Piagam Integritas Penghargaan Adhitya Karya Mahatvga Yodha Tahun 2016 kepada 16 Ketua Karang Taruna Tingkat Kecamatan, 2 Pengurus Karang Taruna yakni Sekretaris dan Bendahara Karang Taruna Kota Semarang, 1 Ketua Karang Taruna Kartini, 1 Ketua Karang Taruna Narkoba "Kartika", Dan 1 Satgas Karang Taruna Ngaliyan. Piagam yang diserahkan oleh Sekda Kota Semarang tersebut diserahkan karena mereka dianggap ikut aktif mensukseskan program kerja pemerintah Kota Semarang melalui organisasi Karang Taruna se Kota Semarang.