• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Berita Kota

Walikota Semarang Kukuhkan Tim Saber Pungli

 11-01-2017 14:56 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 200 kali Berita Kota
Rabu (11/1), bertempat di Ruang Lokakrida Kompleks Balaikota Walikota Semarang Hendrar Prihadi kukuhkan 51 orang Tim Satgas Sapu Bersih Pungutan Liar Kota Semarang (Saber Pungli). Pengukuhkan tersebut disaksikan oleh Wakil Walikota Semarang Hevearita G Rahayu, FORKOMPINDA Kota Semarang dan juga Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkot Semarang. Pengukuhan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Walikota Semarang kemudian dilanjutkan dengan pengukuhan anggota Saber Pungli yang terdiri dari instansi Kodim 0733 BS/ Semarang, Kepolisian Resor Semarang, Kejaksaan Negeri Semarang, Denpom IV/5 Semarang, Badan Intelegen Negara Perwakilan Jawa Tengah, Ketua DPRD, Akademisi/ pakar serta beberapa perangkat daerah Pemkot Semarang seperti Inspektorat, dan Bagian Hukum.

“Tim Satgas Saber Pungli ini merupakan tindak lanjut dari Perpres Nomor 87 tahun 2016 tentang Satgas Sapu Bersih Pungutan Liar dan juga Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 180/3935/SJ tentang Pengawasan Pungli dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Maka Pemkot Semarangpun menaati peraturan tersebut” tutur Walikota ketika membuka acara tersebut.

Lanjut Walikota, agar moment seperti jangan dijadikan ceremonial belaka namun mengandung sebuah mandat, amanah dan kepercayaan dari masyarakat yang harus Bapak/Ibu kerjakan dengansungguh-sungguh dan profesional mengingat Jawa Tengah menjadi salah satu dari tujuh provinsi di Indonesia yang dipantau oleh KPK terkait Korsupgahdik (Koordinasi, Supervisi, Pencegahan dan Penyelidikan) Pungli. “Maka dari itu segera setelah ini, lakukan sosialisasi tentang Saber Pungli sampai ke tingkat bawah hingga Kecamatan dan Kelurahan, karena percuma kalau pungli hanya diberantas yang di atas-atas atau institusi-institusi besar saja sementara di Kecamatan atau bahkan Kelurahan budaya pungli meski nilainya kecil tetep ada” pintanya.

Walikota berharap dengan adanya tim ini maka semua pola pelayanan Pemerintah kepada Masyarakat sudah tidak ada lagi biaya-biaya yang tidak dapat dipredeksi/ biaya siluman yang sering dinamakan dengan pungli. Dengan begitu maka bisa dipastikan orang-orang luar daerah cenederung untuk tertarik melakukan investasi di wilayah masing-masing seluruh Indondonesia khususnya di Semarang/ “Semakin banyaknya investasi maka diharapkan akan menaikan angka ekonomi di masing-masing wilayah”, terang Walikota.

Dikatakan Walikota ada 8 bidang yang harus mendapat perhatian utama dalam pemberantasan pungli. Kedelapan bidang tersebut adalah bidang perizinan (IMB, HO), hibah dan bansos, kepegawaian (mutasi pegawai, promosi jabatan, kenaikan pangkat), pendidikan (pencairan BOS, dan juga pemotongan uang makan guru), dana desa (pemotongan dana desa, pengambilan bunga bank pada penempatan dana desa), pelayanan publik (penyaluran beras miskin, pelayanan administrasi kependudukan, pelayanan di SAMSAT), pengadaan barang dan jasa (perencanaan pengadaan, penentuan pemenang), kegiatan lain yang memiliki resiko munculnya penyimpangan.

Pesan terakhir Walikota bahwa Satgas Saber Pungli tidak mungkin bekerja sendiri. Untuk itu perlu dukungan dari warga masyarakat untuk memberantas pungli. “Dengan cara warga masyarakat untuk mau dan berani melapor setiap tindakan pungli sekecil apapun nilainya melalui website saberpungli.id, atau SMS ke nomor 1193 dan hotline telepon di nomor 193/ langsung lapor ke Pemkot Semarang”, tutup Hendrar Prihadi