• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

3 Bayi Harimau, Ramaikan Penghuni Bonbin Mangkang

 13-01-2017 15:18 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 610 kali Berita Kota
Walikota Semarang menggendong 2 dari 3 anak harimau yang baru lahir di kebun binatang Mangkang.
 3 anak harimau yang lahir pada tanggal 4 Januari tersebut diberi nama Berani untuk si Jantan Putih, Landhep untuk si jantan cokelat, dan Lanthip untuk betina cokelat. Pemandangan tersebut terlihat saat orang nomor satu di Kota Semarang melakukan tinjauan ke kebun binatan Mangkang, Jumat (13/1).
Ketiga bayi macan yang masih jinak itu terlihat lucu, menggemaskan, dengan bulunya yang lebat, sambil terkadang terdengar menangis layaknya seorang bayi.

“Yang Jantan cokelat ini saya beri nama Landhep yang berarti tajam karena meraungnya kencang, yang betina cokelat dinamai Lanthip yang berarti pintar, serta Jantan Putih saya beri nama Berani karena dari warnanya, ia termasuk langka. Ibarat manusia, dia itu blasteran Indo,” tutur Walikota seraya menggendong bayi harimau tersebut.

Ketiga bayi macan tersebut merupakan hasil peranakan dari jenis harimau Benggala bernama Kliwon dan Rengganis serta merupakan cucu dari pasangan harimau bernama Rangga dan Manis.
Kepala UPTD Kebun Binatang Mangkang, Kusyanto menyebutkan bahwa dengan kelahiran ketiga bayi harimau tersebut kini jumlah harimau penghuni Bonbin Mangkang menjadi 11 ekor.
Semarang memiliki salah satu potensi wisata bernama kebun binatang Mangkang yang telah beroperasi sejak tahun 2007, namun kondisinya belum optimal. Menurut Walikota Kebun binatang Mangkang merupakan salah satu dari sejumlah tempat yang merupakan sumber pendapatan terbesar di Kota Semarang.

Sedangkan terkait kondisi salah satu destinasi wisata Kota Semarang tersebut pihaknya mengakui tidak bisa melakukan pembelian dan tukar menukar hewan karena masih dikelola Pemkot. “Kalau Bonbin masih dikelola Pemkot, kita tidak diperkenankan melakukan pembelian hewan kecuali bonbin ini dikelola Perusda,” ujarnya didampingi Kepala Disbudpar Kota Semarang dan Kepala UPTD Kebun Binatang Mangkang.
Ia menambahkan bahwa sebenarnya animo masyarakat akan keberadaan bonbin ini besar. Banyak masyarakat dari Semarang dan luar Semarang yang datang untuk melihat keanekaragaman satwa yang sayangnya belum dapat dilakukan pengembangan karena keterbatasan aturan.

Namun pihaknya mengatakan bahwa tahun ini akan dipersiapkan sebuah holding company untuk menjadi bagian pengelolaan Bonbin sehingga muaranya menjadi lebih baik.
Harapannya ke depan Pemkot dapat melakukan revitalisasi dengan adanya holding company tersebut. “Kita dapat membenahi infrastruktur, membuat jalur agar lebih hijau, perawatan binatang, serta pengembangan keanekaragaman binatang sesuai ketentuan yang berlaku”.

Kebun binatang Mangkang merupakan kebun binatang dengan spesies hewan yang cukup banyak yaitu terdapat 40 spesies dengan total 200 hewan. Diantaranya singa, rusa tutul, harimau Sumatra, beruang, rusa timor, kuda, ular, buaya, gajah Sumatra, kuda nil, kera jawa, beruk, Kanguru, harimau benggala, burung pecilan, dll.
Lokasi bonbin ini juga sangat mudah dijangkau karena berada di jalur perbatasan Kendal-Semarang yang buka pada pukul 08.00-17.00 WIB. Cukup membayar 5 ribu rupiah masyarakat sudah bisa memasuki kawasan bonbin mangkang ini dan melihat kenekaragaman hewan yang ada.