• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Hendrar Prihadi Inginkan Kampung Tematik Libatkan Partisipasi Warga

 17-01-2017 07:51 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 950 kali Berita Kota
Walikota Hendrar Prihadi menyampaikan problem yang terkait dengan visi misinya bersama Ibu Wakil Walikota Hevearita G Rahayu yang diakhir tahun 2016 yang belum menunjukkan hasil maksimal adalah pembuatan kampung tematik di 32 titik kampung kelurahan yang tersebar di Semarang. “Selama kepemimpinan Saya bersama Mbak Ita, saya melihat kampung tematik masih belum ada hasilnya di masyarakat khususnya Kota Semarang, Saya kecewa dengan ini kinerja Pak Camat dan Lurah apalagi sebenarnya Ngaliyan memililki kampung-kampung unggulan yang bisa dijadikan kampung tematik di daerah Purwoyoso dan Beringin. Saya melihat ada empat Kecamatan yang melakukan indikasi-indikasi tersebut” urai Walikota saat pimpin apel bersama karyawan dan karyawati di Kantor Kecamatan Ngaliyan, Senin (16/1).

Walikota berharap sebagai salah satu wilayah pemekaran Semarang, gebrakan kampung tematik ini jangan dianggap sebagai sebuah proyek belaka, yang mana anggaran ada langsung lakukan action ala kadarnya tanpa menghiraukan keinginan dan melibatkan partisipasi masyarakat serta potensi yang dimiliki wilayah kelurahan tersebut. “Anggaran ada, langsung dikerjakan asal-asalan yang terpenting ada sisa anggaran” ujarnya.
Dikatakan Walikota partsipasi dalam kampung tematik itu sangat penting karena hal ini bisa membangun wilayah Kelurahan masing-masing menjadi lebih maju dengan keinginan warganya. Terlebih di tahun ini dalam kepemimpinannya pihaknya akan menambahkan kampung tematik menjadi 100 lokasi yang tersebar di Kelurahan dengan anggaran 200 juta di masing-masing Kecamatan. “Keunikan pada kampung tematik adalah ada sebuah keinginan masyarakat melihat wilayahnya bebas dari kumuh. Dalam hal ini Pemerintah membantu dalam anggarannya sedangkan masyarakat berpartisipasi sesuai kemampuan dan potensi yang dimilik wilayah tersebut” urai Walikota.

Lanjut Walikota agar melakukan evaluasi/ mengawal kampung tematik yang telah dilakukan tahun sebelumnya. “Bila di tahun ini mendapat tambahan 5 titik kampuk tematik, tahun sebelumnya harus di evaluasi terlebih dahulu sebelum action dilaksanakan action 5 titik ini” pintanya. Jika hasilnya masyarakat tidak terlibat secara aktif maka di 5 titik yang akan dilaksanakan tahun harus disosialisasikan lebih efektif, harap Walikota.
Selain itu Walikota meminta kepada Pak Camat, kepada kontraktor yang mengerjakan kampung tematik pada anggaran perubahan tahun 2016 dengan tidak baik pastikan jangan dipilih lagi dalam pelelangan. “Jangan takut kepada kontraktor-kontraktor yang mutu pekerjaannya tidak bagus. Pastikan jangan dipilih lagi” pinta Walikota
Dalam kesempatan tersebut Walikota berkesempatan menjelajah 2 kampung tematik yang menjadi unggulan Kecamatan Ngaliyan tahun 2016 yaitu Kelurahan Purwoyoso dan Kelurahan Beringin. Dalam rencana Kecamatan Ngaliyan 2 kelurahan tersebut akan dijadikan “Kampung Serasi dan berimbang” dan “Kampung Beringin berseri”.

“Serasi dan berimbang maksudnya kami ingin mempersatukan 3 UMKM yang berbeda bidangya yaitu UMKM konveksi, pembuatan snack, dan pengrajin tempe supaya berjalan serasi dan berimbang. Sedangkan beringin berseri dalam hal ini mengangakat potensi di kawasan perumahan yang akan dijadikan proyek penghijauan seperti taman bermain, bank sampah, dll” jelas Camat Ngaliyan urainya usai apel.