• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Peresmian Proyek, RSUD Kini Memiliki Nama

 18-01-2017 07:50 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 1262 kali Berita Kota
Rumah Sakit Umum Daerah Kini memiliki nama, yaitu RSUD K.R.M.T Wongsonegoro. Hal itu disampaikan oleh Walikota Semarang dalam acara Peresmian Proyek Pembangunan di lingkungan Pemerintah Kota Semarang Tahun Anggaran 2016 Selasa (17/1) di kawasan rumah sakit tersebut.

Kegiatan pagi itu dilakukan sebagai wujud transparansi sekaligus bentuk pertanggungjawaban Pemerintah Kota Semarang kepada warga masyarakat terkait pelaksanaan kegiatan tahun anggaran 2016.
Sekretaris Daerah Kota Semarang Adi Tri Hananto memaparkan bahwa APBD Kota Semarang Tahun 2016 adalah sebesar Rp. 4.414.701.354.680 dengan rincian Belanja Tidak Langsung sebesar Rp. 1.641.349.152.800  dan Belanja       Langsung       sebesar    Rp. 2.773.352.201.880  yang dikerjakan melalui sebanyak 465 program dengan 3.084 kegiatan fisik maupun non fisik dari wilayah pinggiran sampai dengan pusat perkotaan.
“Untuk pembangunan fisik diantaranya adalah Peningkatan Jalan Kedungmundu - Tentara Pelajar, Jabungan, Pembangunan Pasar Pedurungan, Peterongan, Pembangunan Gedung Private Wing, Kantor Diklat Kota Semarang. Sedangkan untuk proses pengadaan barang, antara lain Cold Milling, Dump Truck, Long Arm Back Hoe, Mobil Meterologi ( Mobil Tera ), Mobil Ambulance Hebat, Bus BRT, Home Care Mobil serta pengadaan Mobil Penjemputan Pasien Jamkesmaskot,” tambah Sekda.

Usai meresmikan pavilion Gatot Kaca, Walikota Semarang Hendrar Prihadi dimampingi kepala OPD dan Muspida menyebutkan bahwa pihaknya senang karena belanja langsung di tahun 2016 nilainya sebesar 65% dari total APBD dan 35% untuk belanja tidak langsungnya atau untuk belanja pegawai.
“Artinya semakin besar anggaran yang dapat dirasakan oleh masyarakat. Ini juga akan saya targetkan bahwa kedepan belanja langsung harus diangka 70 persen serta melakukan efesiensi belanja tidak langsung. Secara keseluruhan proyek pembangunan selama tahun 2016 ini berjalan dengan baik dibuktikan dengan menurunnya silpa yaitu sebesar 600-700 miliar,” tegasnya.
Terkait nama baru untuk RSUD, K.R.M.T Wongsonegoro merupakan pelaku pertempuran 5 hari di semarang yang juga gubernur Jawa Tengah. Ia menambahkan, Kota Semarang memiliki kedekatan dengan beliau karena rutin berziarah ke makamnya.

Jendral Purnawirawan Rusdiharjo yang merupakan cucu dari K.R.M.T Wongsonegoro mengungkapkan bahwa pihaknya merasa bangga dan terharu terkait pencantuman nama kakeknya untuk RSUD Kota Semarang.
“Harapannya kedepan Rumah Sakit ini dapat semakin berkembang sepeti filosofi yang dimiliki oleh Wongsonegoro. Satu hal yang perlu diingat, jangan pernah tolak pasien dari waga miskin. Upayakan mereka terlayani dengan baik,” tutur Walikota.
Paviliun gatot kaca merupakan ruang pelayanan VVIP yang terdiri dari 42 kamar dengan fasilitas kesehatan yang mumpuni. “Harapannya RSUD dapat mengcover semua kalangan. Sebelumnya telah dibangun kelas 3 untuk kelas menengah kebawah, kali ini dibangun fasilitas pelayanan kesehatan untuk kalangan menengah keatas”.
Setelah meresmikan gedung Paviliun Gatot Kaca, Walikota Semarang menuju pasar pedurungan yang selesai dibangun. Pihaknya meminta Kepala Dinas Perdagangan untuk segera melakukan penataan lapak. “Yang masih berlapak di luar segera ditata di dalam pasar agar terlihat rapi,” ujarnya.

Peresmian proyek kemudian berlanjut ke kampung tematik Miroto di Jl. Seteran Kecamatan Semarang Tengah. kampung tematik  ini rencananya akan diberlakukan di 32 titik dengan prosentasi 50 persen yang telah berjalan. “Ada peningkatan yang semula kumuh berubah menjadi lebih baik serta  ada potensi UMKM yang berhasil di angkat. Harapannya akan muncul daya tarik dari masing-masing kampong sehingga dapat menarik para pendatang ke Kota Semarang. Seperti di Semarang tengah ini ada pembuat barongsai dan pembuat kulit lumpia,” tuturnya.
Tujuan akhir rombongan adalah Gor Tri Lomba Juang yang juga diresmikan siang itu. Walikota menyebutkan bahwa 2017 ini adalah tahgun akhir pembangunan sarana olah raga ini. “Tapi secara umum kami siap untuk menjadi tuan rumah Popnas dan Porprov yang semula diselenggarakan di Kota Tegal. Harapannya di tahun 2017 ini lelang segera selesai,” kata Walikota.
Sedangkan terkait dengan pembangunan sarana olah raga lain, pihaknya meminta terdapat 1 sarana olah raga da 1 taman di setiap kecamatan. Ia berharap dengan adanya 2 fasilitas umum tersebut dapat menjadikan warganya lebih sehat.
Dilokasi yang sama Walikota juga meresmikan 5 ambulance yang diberi nama Ambulance si Cepat. Ini merupakan ambulance reaksi cepat yang dapat dimanfaatkan untuk masyarakat dengan gratis dengan fasilitas driver, perawat, dokter, dan petugas kesehatan yang standby selama 24 jam. “Harapannya masyarakat yang sakit dan membutuhkan ambulance ini dapat menelpon dan segera ditangani. Kedepan akan segera disusul ambulance lain minimal 2 ambulance di setiap kecamatan”pungkasnya.

Proyek – proyek strategis lain di Kota Semarang yang rencananya akan dilaksanakan diantaranya meliputi Normalisasi Banjir Kanal Timur, Simpang Susun Srondol, Peningkatan Jalan Pedurungan ( Fatmawati ), Ring Road Mangkang-Mijen, Ring road Mangkang-Arteri (Bandara), Peningkatan Jalan Segmen 7-8 (Manunggal Jati-Pudak Payung), Peningkatan Jalan Srondol –Sekaran, Transportasi rel / Monorel, Pembangunan Pasar Johar, Pasar Wonodri, Ducting, Normalisasi kali Bringin, Pembangunan Sport Centre / Sirkuit, Semarang Expo Centre,.

Selain itu Pengembangan TBRS, Taman Margasatwa, Tinjomoyo, Taman Lele, Kolam Retensi Banger, SPAM Semarang Barat, Eco Edu Wisata Mangrove, DAM Jatibarang, Simpanglima kedua, Kampung Bahari Tambak Lorok, Pasar Kembang Kalisari Tahap 2, Kajian Underground Simpanglima, Gedung Parkir Balaikota, Pembangunan Tanggul Timur (Tanggul lepas pantai dari muara BKT-Kali Babon), Neighbourhood & Upgrading Shelter Project (NUSP) dalam rangka penanganan kawasan kumuh, Proyek proyek tersebut diantaranya akan ditangani oleh Pemerintah Kota Semarang, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Pusat. (wulan)