• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Walikota Terkesan Dengan Kampung Seni di Palebon

 23-01-2017 08:34 WIB    by Tanya Jawab    Dilihat: 1000 kali Berita Kota
Walikota Semarang terkesan dengan pemadangan yang ada di kelurahan Palebon, Kecamatan pedurungan khususnya di kampung Seni yang merupakan salah satu kampung tematik di Kota Semarang. Hal itu diungkapkannya saat mengunjungi kampung tersebut usai apel pagi di Kecamatan Pedurungan, Jumat (20/1).

Mengapa disebut kampung seni, sepanjang jalan terlihat lukisan berwarna warni yang diaplikasikan pada jalan, dinding, tong sampah, dan pot bunga, serta terdapat penerangan jalan dan deretan tanaman bunga yang cantik. Selain itu di wilayah tersebut terdapat banyak aktivitas warga yang menggerakkan kesenian seperti karawitan, grup dalang yang dipandegani Ki Warseno, Grup Punakawan oleh para anak-anak, serta kelompok rebana yang kerap tampil di setiap kesempatan.
Sedangkan untuk usaha mikro yang digerakkan di wilayah tersebut diantaranya kerajinan souvenir, hiasan bunga dari lembah kain, mobil-mobilan dari limbah kayu, serta aksesoris rajut dari bahan benang.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi meminta dalam setiap kampung untuk fokus pada satu potensi yang ingin dikembangkan. “Selain itu saya juga mengharapkan adanya partisipasi masyarakat dalam mengembangkan kampung tematik ini. Meski terdapat anggaran yang disediakan yaitu sebesar 200 juta rupiah tiap kelurahan, tetap didukung swadaya masyarakat guna meningkatkan wilayahnya masing-masing,” tuturnya.
Tahun 2016 kemarin di Kecamata ini terdapat 2 kampung tematik yaitu kampung Seni dan Sari Mulyo. Sedangkan tahun 2017 ini direncanakan penambahan 5 kampung tematik di tiap kecamatan, yaitu kampung harmonis, kampung wingko, kampung kreatif, kampung serabi, dan kampung Guyub di Kecamatan Pedurungan, dan sisanya di tahun 2018.

Walikota juga mengingatkan agar pinjaman modal dengan biaya ringan yaitu sebesar 3 persen per tahun ini disampaikan kepada masyarakat yang memiliki usaha sehingga semakin dapat menumbuhkan jiwa entrepreneur.
Lurah Palebon, P. Siswantoro menyebutkan awal kondisi Kelurahan Palebon ini cukup memprihatinkan. “Terdapat banyak persoalan seperti kerap dilanda banjir karena dekat dengan kali Tenggang, kondisinya kumuh, serta masyarakatnya dianggap kurang mampu,” ujarnya. Namun pihaknya bersyukur berkat program kampung tematik ini, kondisi wilayahnya jauh berbeda.

Saat ini secara fisik kelurahan Palebon sangat representatif. “Dari anggaran sebesar 200 juta rupiah telah terserap 100 persen melalui pembuatan jalan, normalisasi saluran, pembangunan gapura, serta upaya lain guna mempercantik wajah kampung,” tuturnya.
Walikota senang, dengan adanya program kampung tematik ini kondisi dan aktivitas masyarakat di Kelurahan Palebon menjadi lebih baik, harapannya kesejahteraan masyarakat juga semakin meningkat.
Di akhir pihaknya juga mengingatkan kepada jajaran Kelurahan untuk semakin meningkatkan kinerja serta memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. “Jangan pernah melakukan pungli karena setiap tindakan sekecil apapun akan ditindak secara tegas,” pungkasnya. (wulan)