• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Walikota Optimis Jarwo Tingkatkan Produksi Padi

 26-01-2017 07:43 WIB    by Admin    Dilihat: 810 kali Berita Kota
Semangat dan komitmen Pemkot Semarang dalam konservasi lahan pertanian dan persawahan, diapresiasi oleh PT. Petrokimia Gresik. Sebagai wujud apresiasi, Kota Semarang dipercaya menerima bantuan dan supervisi pertanian yang diwujudkan dalam Gerakan Tanam Padi Sistem Jajar Legowo (Jarwo) yang dipusatkan di Desa Gilisari, Kelurahan Purwosari, Kec.Mijen Selasa(24/1).

Gerakan ini secara resmi dilaunching Walikota Semarang, Hendrar Prihadi dengan dihadiri Kapolrestabes Kota Semarang, jajaran DPRD, OPD, Wakil Walikota dan ketua TP PKK serta kelompok tani Kota Semarang.  

Direktur Utama PT. Petrokimia Gresik, Nugroho Kristianto, menilai Kota Semarang sebagai kota metropolitan yang unik karena memiliki topografi lengkap mulai dari kawasan pantai, dataran rendah, dataran tinggi serta masih memiliki kawasan persawahan. Hal ini menurutnya, tak lepas dari komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam mempertahankan kawasan hijau.

Untuk itu, pihaknya optimis bahwa bantuan yang disalurkan akan sukses dan berhasil meningkatkan produktivitas pertanian Kota Semarang. Pada kesempatan ini, diserahkan bantuan berupa benih, pestisida, pupuk untuk areal persawahan seluas 1.5 hektare. Selain itu, supervisi pendampingan tenaga ahli juga akan diberikan untuk memastikan sistem berjalan dan berhasil optimal.

Walikota Hendrar Prihadi menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan untuk Kota Semarang. Menurutnya, selain komitmen kuat Pemkot dalam mempertahankan kawasan pertanian ada peran penting para petani.

“Pahlawannya adalah para petani yang tergabung dalam kelompok tani Kota Semarang dan senantiasa mendukung komitmen kami dalam menjaga kawasan hijau Kota Semarang,” ungkap Walikota.

Disampaikan Walikota, pihaknya komit bahwa kawasan pertanian harus dipertahankan atau bahkan ditingkatkan. Sebagai langkah nyata, Walikota juga mengusulkan adanya bantuan sertifikat untuk lahan petani yang telah dikelola tetapi belum bersertifikat. Syaratnya akan adanya ikatan untuk mempertahankan lahan pertanian tetap lestari dan tidak boleh dialihfungsikan menjadi kawasan pemukiman ataupun industry selama minimal 10 tahun.      

Lebih lanjut, Walikota optimis bahwa program Gerakan Tanam Padi Sistem Jajar Legowo (Jarwo) ini akan mampu meningkatkan produktivitas pertanian dari 4-5 Ton/ha dapat meningkat menjadi sekitar 7-8 Ton/ha. Tercatat, saat ini, lahan sawah di Kota Semarang yang menerapkan Sistem Jajar Legowo baru sekitar 195 ha (7,14%) dari luas total 2.732 ha areal persawahan.

Sistem jajar legowo, merupakan sistem penanaman padi dengan mengatur jarak tanam, sehingga tanaman mampu memiliki ruang tumbuh yang lebih leluasa serta lebih banyak mendapatkan sinar matahari. Sistem ini dipercaya mampu meningkatkan kuantitas dan kualitas padi sekaligus relatif aman dari serangan hama tikus dan menekan serangan penyakit.

Bersamaan dengan acara ini, dilakukan pula Gerakan Tanam Cabai dengan menggerakan ibu-ibu TP PKK Kota Semarang. Sebanyak 150 pak benih cabai petrochili  bantuan dari PT. Petrokimia Gresik untuk lahan seluas 10 ha serta bantuan Dinas Pertanian Kota Semarang sebanyak 15.000 polybag benih cabai siap dibagikan untuk kader PKK Kota Semarang.

Menanggapi kenaikan harga cabai di pasaran, Walikota meminta warga masyarakat untuk dapat memanfaatkan kesuburan lahan dengan menanambenih cabai. Selain itu, Walikota meminta untuk bijak dan seimbang dalam berbelanja. Belanja seperlunya dan sesuai dengan kebutuhan, pesan Walikota menutup sambutannya.

Usai melakukan penanaman padi dan cabai, Walikota juga menyempatkan diri meninjau pasar Mijen untuk mengecek ketersediaan dan harga cabai di pasaran.