• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Jelang Tahun Baru Imlek, Walikota Hendi "Hargai Keberagaman

 26-01-2017 07:47 WIB    by Admin    Dilihat: 659 kali Berita Kota
Sebuah tarian bernama Genjring Rahayu terlihat begitu apik dimainkan oleh murid SMA Karangturi Semarang. Tarian tersebut menjadi salah satu bagian acara pembukaan Pasar Imlek Semawis yang ke-14 kalinya di Kota Semarang.
Pasar Imlek Semawis merupakan sebuah perayaan tahun baru Imlek di Kota Semarang yang pada tahun ini mengangkat tema 'Obar-Abir' untuk menyambut tahun baru Imlek 2568. Obar-abir yang berarti keberagaman warna yang bergerak dinamis, merdeka serta menunjukkan kebahagiaan.
Perayaan yang dijadwalkan akan berlangsung selama tiga hari di sepanjang Jalan Wotgandul Timur dan Jalan Gang Pinggir Semarang tersebut dibuka langsung oleh Walikota Semarang Hendrar Prihadi (24/1). Dengan memakai pakaian batik berwarna merah, Walikota yang akrab disapa Hendi ini menabuh sebuah genderang untuk menandai dibukanya Pasar Imlek Semawis di Kota Semarang tersebut.
Malam itu tak lupa Walikota mengucapkan selamat tahun baru Imlek 2568 yang akan jatuh pada 28 Januari. Ia menegaskan bahwa Tahun Baru Imlek di Kota Semarang tidak hanya dirayakan oleh warga Tionghoa saja tetapi juga oleh seluruh masyarakat di Kota Semarang.
"Perayaan tahun baru Imlek sekaligus sebagai momentum bagi setiap orang untuk mempererat persaudaraan dengan lebih menghargai keberagaman dengan saling menghormati dan menghargai ", jelas Hendi.
Terlebih di tahun ayam api, sambungnya, Ayam adalah kategori unggas yang komunal, sedangkan api menjadi unsur yang menunjukkan kehangatan dalam menjalin hubungan, maka harapannya kita semua dapat lebih harmonis lagi di tahun mendatang. “Jadikan keberagaman ini sebagai kekuatan agar masyarakat Kota Semarang selalu kompak, guyub, dan kokoh,” ujarnya.
Senada dengan Hendi, salah satu penyelenggara, Haryanto Halim berharap keharmonisan selalu mewarnai kehidupan setiap orang di tahun ayam mendatang. Harapan tersebut tergambar pada gelar Tok Panjang yang menjadi salah satu kegiatan utama dalam pembukaan Pasar Imlek Semawis tersebut.
“Tahun ini mengusung tema keberagaman, Tok Panjang merupakan sebuah perayaan yang berbasis pesta di jalan dimana segala komunitas, suku, ras bisa berinteraksi secara bebas.", tutur Haryanto.
Tok Panjang pada tahun ini sendiri merupakan gelaran yang kedua kalinya. Kata ”Tok” berarti meja, sedangkan untuk panjangnya sekitar 200 meter yang ditata di sepanjang ruas Jalan Wotgandul Timur hingga Jalan Gang Pinggir, kawasan Pecinan Semarang. Pada meja tersebut disajikan menu-menu seperti lunpia cap go meh, sup shanghai, nasi ayam hainan, brokoli jamur tungku, es klengkeng bak, dan jajan pasar obar-abir.
Menu tersebut disajikan untuk menjamu tamu undangan yang hadir. Jamuan makan ini diambil dari cara kerajaan Tiongkok menjamu para tamu dalam suatu acara. “Filosofinya berkumpul bersama dengan sanak saudara untuk menikmati hidangan. Esensinya kebersamaan,” sambungnya.
Ia juga mengemukakan bahwa warga semarang patut berbangga karena Kota Semaranglah yang pertama kali menyelenggarakan perayaan imlek berbasis masyarakat yang dikemas melalui pasar imlek semawis.
Selain itu, salah satu kegiatan penting dalam pembukaan Pasar Imlek Semawis tersebut adalah diluncurkannya perangko Shio Ayam oleh PT Pos Indonesia khusus menyambut Tahun Baru imlek 2568.