• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Nelayan Meninggal, Terima Asuransi 160 Juta

 30-01-2017 15:12 WIB    by Admin    Dilihat: 673 kali Berita Kota
Walikota Semarang memberikan bantuan asuransi kepada salah satu nelayan yang meninggal sebulan yang lalu di Kelurahan Tanjung Mas, Senin (30/1). Asuransi tersebut diberikan pemerintah pusat melalui Kementrian Kelautan dan Perikanan bagi nelayan kecil di seluruh Indonesia untuk mensejahterakan nelayan kecil.
Adalah Abdul Hadi (54), salah satu nelayan yang bermukim di Kampung Tambak Mulyo RT 2 RW 15 Kelurahan Tanjung Mas yang meninggal akibat serangan jantung. Zaidun (50), istri almarhum mengungkapkan bahwa usai berlayar sebulan yang lalu, suaminya mengeluh sesak nafas yang kemudian meninggal dan diketahui mendapat serangan jantung.
“Uang ini sudah di transfer ke rekening saya. Alhamdulilah bisa untuk membayar sekolah anak kami dan tambahan modal sepeninggal suami saya,” tutur ahli waris Abdul Hadi tersebut.
Asuransi yang diberikan oleh Pemerintah Pusat kepada korban meninggal baik karena sakit maupun kecelakaan adalah sebesar 160 juta rupiah sedangkan untuk korban kecelakaan diberikan asuransi sebesar 200 juta rupiah yang mana preminya dibayarkan oleh Pemerintah Pusat.
Walikota Semarang Hendrar Prihadi pada saat penyerahan Asuransi kepada keluarga almarhum, menyebutkan bahwa ini merupakan bukti komitmen dari Pemerintah untuk bisa mengangkat masyarakat kecil khususnya para nelayan.
“Ini sudah dibuktikan dengan adanya salah satu nelayan yang meninggal kemudian memperoleh asuransi dan harapannya dapat diikuti nelayan lain. Apalagi para nelayan tidak perlu membayar premi,” tuturnya sembari berbincang dengan Zaidun, istri almarhum.
Data yang dihimpun dari Dinas Perikanan menyebutkan dari total sebanyak 1522 nelayan yang ada di Kota Semarang, baru ada sekitar 422 nelayan yang mendaftarkan diri menjadi peserta asuransi.
Walikota berharap adanya sosialisasi dari tokoh masyarakat yang ada di Tambak Mulyo terkait adanya bantuan asuransi bagi para nelayan ini. “Kuncinya adalah kompak dan saling percaya. Ketika sudah disosialisasikan maka akan terdapat banyak program-program yang dapat dirasakan manfaatnya,” ujarnya.
Sementara Kepala Dinas Perikanan I Gusti Made Agung mengatakan bahwa nelayan yang belum terdaftar diharapkan dapat segera menghubungi Dinas Perikanan di Gedung Pandanaran Semarang. Pihaknya berjanji akan segera memverifikasi nelayan yang belum mendaftarkan diri sebagai peserta asuransi. “Harapannya semuanya bisa masuk karena asuransi ini penting untuk kelangsungan hidup para nelayan dan keluarganya,” tuturnya.
Penyerahan asuransi pagi itu dihadiri pula oleh Kepala Unit Klaim Asuransi Jasindo Erwin Alkathiri, Camat, Lurah, RT, dan RW, serta Ketua forum Kelompok Usaha Bersama Nelayan di Kelurahan Tanjung Mas.