• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Warga Panjangan Asri Manyaran, Kelola Sampah Rumah Tangga

 06-02-2017 07:49 WIB    by Admin    Dilihat: 793 kali Berita Kota
Sebagian warga Kelurahan Manyaran kini tak bingung ketika harus mengumpulkan uang kas. Pasalnya mereka telah lama memanfaatkan barang-barang bekas warga untuk dijual kembali. Itu yang dilakuan warga Bukit Panjangan Asri Blok K RT 6 RW 8 Kelurahan Manyaran melalui kegiatan rutin yang diberi nama ‘One Kilo’, Minggu (5/2).

Salah satu pengurus RT, Henry Agus Setiawan mengungkapkan bahwa awal mula dari dilakukannya kegiatan tersebut lantaran ide yang dicetuskan salah satu warga saat minimnya kas RT beberapa tahun lalu. "Padahal saat itu ada kebutuhan finansial untuk kegiatan warga menjelang tujuh belasan," ujarnya sembari memilah barang-barang bekas yang dikumpulkan warga.

Saat itu, sambungnya,  responnya bagus, apalagi terlihat adanya peningkatan jumlah uang kas setiap minggunya. "Dari pada botol bekas, kardus bekas, dan barang-barang bekas lainnya dibuang, mending dirosokkan saja, lumayan iuran warga saat ada kegiatan jadi lebih ringan," tambah Henry.

One Kilo tersebut selama ini telah rutin dijalankan warga setempat setiap minggunya sejak tahun 2011. Barang bekas atau sampah rumah tangga tersebut dkumpulkan dengan menggunakan mobil box milik salah satu warga dari rumah ke rumah yang kemudian dikumpulkan di pos kampling dan dilakukan pengelompokkan sesuai jenis sampah.

Tak disangka warga dapat mengumpulkan kurang lebih 200.000 hingga 250.000 setiap bulannya. “"Ini sangat membantu terutama ketika warga akan mengadakan kegiatan," ujar Duta, pencetus ide One Kilo.

Selama ini hasil dari berjualan rosok tersebut telah dimanfaatkan warga Panjangan Asri untuk sejumlah kegiatan diantaranya kegiatan 17 Agustusan, pemilihan RT, buka puasa bersama, halal bi halal serta pembangunan pos kampling.

Selain itu ibu-ibu rumah tangga di RT 6 RW 8 tersebut juga memanfaatkan limbah minyak bekas yang dikumpulkan menggunakan botol air mineral dan dihargai 3.000 per botol. Minyak bekas atau jelantah tersebut diolah menjadi bahan bakar.

Lurah Manyaran, Ta’at, mengemukakan bahwa pihaknya mengapresiasi kegiatan yang dilakukan warga RT 6 RW 8 Manyaran. "Selain bermanfaat untuk mengurangi sampah, hal tersebut juga merupakan tindak lanjut dari pesan Walikota Semarang Hendrar Priadi kepada warga untuk guyub, rukun, dan berpartisipasi untuk membangun wilayahnya," tutur Lurah.

Pihaknya berharap kedepan kegiatan semacam itu dapat diikuti juga oleh warga lain. "Limbah dan sampah jangan dijadikan musuh melainkan dapat diambil manfaatnya. Selain menghasilkan, bonusnya lingkungan kita juga menjadi bersih dan tidak kumuh," pungkasnya