• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Pohon Tumbang, Walikota Minta Dinas Lakukan Pengawasan

 08-02-2017 11:25 WIB    by Admin    Dilihat: 789 kali Berita Kota
Pemerintah Kota Semarang melalui Bidang Pertamanan dan Pemakaman pada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman terlihat melakukan screening di sejumlah ruas jalan, Selasa (7/2). Pasalnya dari semalam terdapat sebanyak 24 kejadian pohon tumbang akibat angin kencang dan tingginya curah hujan di wilayah Kota Semarang.
Pohon tumbang tersebut terjadi di antaranya di daerah Ngaliyan, Hanoman, Arteri, Gajahmungkur, Trangkil, Gunungpati, Erlangga, Kampung Kali, Ki Mangun Sarkoro, Citanduy dan lokasi lainnya.
Jaiz Suyono, Kepala Bidang  Pertamanan dan Pemakaman pada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Semarang menyebutkan bahwa dari 24 kejadian, Pemerintah Kota Semarang sudah melakukan evakuasi pohon yang tumbang di 17 titik di antaranya di  Kampung Kali, Ki Mangun Sarkoro, Citanduy, Erlangga Barat, Trangkil, Ngaliyan, dan Hanoman.
“Kami telah melakukan screening pohon untuk melakukan perempelan jika ada yang dirasa patah atau tumbang sejak seminggu yang lalu. Dari kejadian pohon tumbang sejauh ini tidak ada korban jiwa, hanya ada satu mobil tertimpa ranting di Jl. Ki Mangun Sarkoro yang mengakibatkan kaca sebelah kanan pecah,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa kemungkinan ke depan Pemkot Semarang akan mengganti jenis pohon yang lebih kuat dimana saat ini pemilihan jenis pohon tersebut sedang dalam kajian.
Sementara Walikota Semarang Hendrar Prihadi meminta Dinas terkait dan juga Camat untuk terus meningkatkan koordinasi serta melakukan pengawasan mengingat dalam beberapa waktu ke depan, cuaca ekstrim yang ditandai dengan hujan lebat disertai angin kencang masih akan terjadi. “Terus waspada dan lakukan pengecekan khususnya terhadap pohon-pohon yang rawan tumbang serta pantau melalui CCTV yang dimiliki Pemkot,” ujarnya.
Selain itu pihaknya meminta masyarakat aktif melaporkan bila ada pohon yang kondisinya membahayakan melalui sistem pelaporan “Lapor Hendi” baik melalui sms ke 1708 dengan format LaporHendi [spasi] aduan, atau melalui twitter dengan tagar #laporhendi atau website www.lapor.go.id.
“Laporan yang masuk tersebut nantinya akan kita tindak lanjuti untuk mengantisipasi terjadinya kejadian serupa,” pungkasnyaPemerintah Kota Semarang melalui Bidang Pertamanan dan Pemakaman pada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman terlihat melakukan screening di sejumlah ruas jalan, Selasa (7/2). Pasalnya dari semalam terdapat sebanyak 24 kejadian pohon tumbang akibat angin kencang dan tingginya curah hujan di wilayah Kota Semarang.
Pohon tumbang tersebut terjadi di antaranya di daerah Ngaliyan, Hanoman, Arteri, Gajahmungkur, Trangkil, Gunungpati, Erlangga, Kampung Kali, Ki Mangun Sarkoro, Citanduy dan lokasi lainnya.
Jaiz Suyono, Kepala Bidang  Pertamanan dan Pemakaman pada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Semarang menyebutkan bahwa dari 24 kejadian, Pemerintah Kota Semarang sudah melakukan evakuasi pohon yang tumbang di 17 titik di antaranya di  Kampung Kali, Ki Mangun Sarkoro, Citanduy, Erlangga Barat, Trangkil, Ngaliyan, dan Hanoman.
“Kami telah melakukan screening pohon untuk melakukan perempelan jika ada yang dirasa patah atau tumbang sejak seminggu yang lalu. Dari kejadian pohon tumbang sejauh ini tidak ada korban jiwa, hanya ada satu mobil tertimpa ranting di Jl. Ki Mangun Sarkoro yang mengakibatkan kaca sebelah kanan pecah,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa kemungkinan ke depan Pemkot Semarang akan mengganti jenis pohon yang lebih kuat dimana saat ini pemilihan jenis pohon tersebut sedang dalam kajian.
Sementara Walikota Semarang Hendrar Prihadi meminta Dinas terkait dan juga Camat untuk terus meningkatkan koordinasi serta melakukan pengawasan mengingat dalam beberapa waktu ke depan, cuaca ekstrim yang ditandai dengan hujan lebat disertai angin kencang masih akan terjadi. “Terus waspada dan lakukan pengecekan khususnya terhadap pohon-pohon yang rawan tumbang serta pantau melalui CCTV yang dimiliki Pemkot,” ujarnya.
Selain itu pihaknya meminta masyarakat aktif melaporkan bila ada pohon yang kondisinya membahayakan melalui sistem pelaporan “Lapor Hendi” baik melalui sms ke 1708 dengan format LaporHendi [spasi] aduan, atau melalui twitter dengan tagar #laporhendi atau website www.lapor.go.id.
“Laporan yang masuk tersebut nantinya akan kita tindak lanjuti untuk mengantisipasi terjadinya kejadian serupa,” pungkasnya