• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Berita Kota

Sawahlunto Terkesan dengan Pengelolaan Kota Lama Semarang

 13-02-2017 07:32 WIB    by Admin    Dilihat: 77 kali Berita Kota

Kesamaan kontur budaya antara Kota Sawahlunto dengan Kota Semarang membuat Walikota salah satu kota di Sumatera Barat tersebut menyambangi ibukota Jawa Tengah, di Ruang VIP Walikota, Jumat (10/2). Kedatangan rombongan Sawahlunto itu dimaksudkan untuk mengetahui lebih banyak terkait pengelolaan cagar budaya yang dilakukan Kota Semarang utamanya terkait Kota Lama.

Pimpinan rombongan, Walikota Sawahlunto Ali Yusuf menyebutkan bahwa kedua kota telah ditetapkan oleh nasional sebagai kota bercagar budaya yang akan didaftarkan di Unesco.

“Untuk itu kedatangan kami untuk saling berbagi informasi guna memenuhi kebutuhan administrasi yang dipersyaratkan oleh Unesco dalam rangka persiapan untuk bulan November mendatang di Perancis,” ujarnya.

Menurutnya Kota Semarang sudah baik dalam mengelola Kota Lama. “Bangunan yang ada di kota lama di Semarang ini unik. Apalagi adanya pihak swasta yang rela berkorban mencurahkan pikiran dan tenaganya dalam rangka pengelolaan Kota lama. Itu yang menjadi kelebihan Kota Semarang,” tambahnya.

Kondisi budaya di Kota Sawahlunto, lanjutnya hampir sama dengan Kota Semarang yang mana memiliki beragam etnis dan budaya di dalamnya akibat datangnya bangsa Belanda dimasa lalu.

“Sebanyak 30 persen masyarakat kami berasal dari Sulawesi, 2 persennya berasal dari Jawa dan Bali. Ini merupakan cikal bakal bagi Sawahlunto untuk bersinergi. Bagaimana dengan keberagaman suku dapat dijadikan perekat dan dapat menjadikan kota lama sebagai destinasi wisata,” ujarnya

Sementara Walikota Semarang Hendrar Prihadi menyebutkan merupakan suatu kebanggaan Kota Semarang dan Sawahlunto dapat mewakili Indonesia sebagai kota yang memiliki cagar budaya.

“Tentunya saya senang sekali atas kunjungan dari Walikota Sawahlunto beserta rombongan. Kunjungan ini menjadi satu langkah yang baik dimana kedua kota memiliki komitmen yang sama dalam berupaya untuk memajukan Indonesia melalui pelestarian cagar budaya,” tambahnya.

Walikota menambahkan bahwa selama ini pengelolaan Kota Lama melibatkan pihak swasta yang tergabung dalam Badan Pengelola Kawasan Kota Lama atau BP2KL terkait penyusunan SOP, penataan, penginventarisir bangunan dalam rangka penghidupan kembali kawasan bersejarah tersebut.

“Tapi kami tidak buru-buru karena revitalisasi Kota Lama sebagai bangunan cagar budaya tersebut tidak hanya terkait bangunan fisik semata. Melainkan bagaimana cagar budaya tersebut dapat mengangkat perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.