• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

WALIKOTA HENDI JAMIN WARGA MISKIN TERCOVER BPJS KESEHATAN

 22-02-2017 06:56 WIB    by Admin    Dilihat: 765 kali Berita Kota
Pemerintah Kota Semarang menunjukkan komitmen untuk membantu warga miskin agar tercover dalam BPJS Kesehatan. Bukti keseriusan Pemkot Semarang diwujudkan dalam bentuk penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Pemerintah Kota Semarang dalam hal ini Dinas Kesehatan dengan BPJS Kesehatan Cabang Utama Semarang pada Selasa (21/2) di Ruang VIP Walikota. Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2014 Republik Indonesia tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) bahwa setiap warga Negara Indonesia berhak atas jaminan sosial termasuk di dalamya berupa kesehatan untuk dapat memenuhi kebutuhan dasar hidup yang layak dan meningkatkan martabatnya.

Walikota Semarang Hendrar Prihadi yang menyaksikan penandatanganan MoU tersebut  mengatakan bahwa kerjasama ini merupakan sebuah bentuk perlindungan kesehatan masyarakat. “Hari ini kami membuat MoU dengan BPJS terkait pendaftaran warga miskin Kota Semarang supaya masuk dalam peserta BPJS”, terangnya.
Tak hanya mendaftarkan warga miskin saja, Pemkot Semarang juga akan membiayai premi BPJS kepada 50.000 warga miskin yang mulai dilaksanakan tahun 2017. “Pada tahap pertama ini baru 30.903 jiwa yang bisa didaftarkan, karena sisanya masih menunggu validasi. Kita targetkan paling lambat bulan Desember tahun ini sudah bisa masuk dalam BPJS ” tandas Walikota.
Program ini juga direncanakan berlanjut ke tahun 2018, di mana akan mengcover kesehatan sebanyak 150.000 warga tidak mampu dan di tahun 2019 ditargetkan bisa mengcover semua warga tidak mampu di seluruh Kota Semarang.

Walikota berpesan kepada pihak Dinas Kesehatan agar selalu memantau kepesertaan warga miskin BPJS yang didanai APBN maupun APBD kota. “Pastikan bahwa peserta BPJS yang dibiayai adalah peserta yang tergolong warga miskin sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Jangan sampai ada data ganda yang akan menambah masalah  di kemudian hari” pesannya.
Harapan walikota dengan penandatanganan MoU ini akan meningkatkan kualitas hidup warga miskin dan kesejahteraan merekapun juga akan lebih baik.

Dalam kesempatan tersebut, Hendi sapaan akrab Walikota Semarang juga menyerahkan secara simbolis kartu Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) BPJS Kesehatan kepada 3 warga Kota Semarang, Sri Turbaningsih, Sri Wahyuni Mulyaningsih dan Asmiyatun dengan didampingi Asisten Administrasi Ekonomi, Pembangunan dan Kesra Sekda Kota Semarang Ayu Entys, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Dr. Widoyono dan Kepala BPJS KCU Semarang Dr. Bimantoro R, AAK