• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Berita Kota

Walikota Takjub Kampung Sentra Bandeng Kelurahan Tambakrejo

 27-02-2017 07:47 WIB    by Admin    Dilihat: 239 kali Berita Kota
Walikota Semarang Hendrar Prihadi dibuat takjub dengan warga Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari khususnya pada potensi warganya yang mengangkat ikan bandeng sebagai produk unggulan warga setempat.  Hal itu diungkapkannya saat mengunjungi kampung tersebut usai jalan sehat di Kelurahan Tambakrejo, Jumat (24/2).
Dari tangan warga inilah Ikan Bandeng yang selama ini terlihat murahan diubah menjadi kuliner yang bermutu, berkelas dan disukai banyak orang. Menjadi olahan masakan seperti bandeng presto, pepes bandeng, nugget dan otak-otak. Selain itu juga mulai dirintis  dengan membuat menu tahu bakso  menggunakan bahan baku ikan bandeng, tahu bakso ini merupakan produk  inovasi warga Tambakrejo yang tiada duanya . 
“Dari gerbang masuk tadi, Saya mencium aroma khas bandeng di Kampung ini. Sepanjang jalan juga banyak warga yang menjajakan dan menjual ikan bandeng mentah. Sangat cocok dengan nama Kampung Tematik yang sudah  dicanangkan sebagai Kampung Sentra Bandeng” tutur Walikota.
Lebih lanjut di katakan Walikota, agar potensi ini tetap terus dikembangkan yang nantinya bisa menjadi icon kampung yang bisa meningkatkan kesejahteraan warga. Dengan adanya sentra bandeng ini menjadi salah satu tempat khas Kota Semarang yang harapannya dikunjungi orang luar daerah maupun warga Semarang sendiri sebagai icon wisata baru Kota Semarang.
Asal mula usaha bandeng menurut Lurah Tambakrejo, Zairin sebenarnya sudah ada sejak tahun 1965. Pada saat itu salah satu warga memang mempunyai usaha bandeng yang sudah di pasarkan ke luar daerah. Dan juga memiliki satu tambak khusus membudidayakan bandeng. Kemudian berkembang membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) beranggotakan 20 orang yang rutin mengadakan pertemuan 1 bulan sekali. “Dari pertemuan rutin sesama anggota kemudian mengembangkan bandeng menjadi salah satu potensi di wilayah ini, hingga menjadi seperti ini” urai Zairin.
Sedangkan untuk usaha mikro yang digerakkan di wilayah tersebut Zairin menyebutkan diantaranya kesenian gamelan, wedding organizer, penjual kelontong, pembuat jajan pasar dan keripik.
Dalam hal bantuan permodalan untuk mengembangkan UKM Walikota Hendrar Prihadi menyampaikan siap membantu dengan kredit WIBAWA yang merupakan kerjasama Pemkot Semarang dengan Bank Jateng. “Kini ada kredit pinjaman modal  dengan biaya ringan hanya 3% per tahun sehingga semakin dapat menumbuhkan jiwa enterprenur” kata  Hendi, cara pengajuan kreditnya sangat gampang , untuk pinjaman sampai dengan  Rp 5 juta  tidak menggunakan  jaminan , namun kalau pinjaman diatas Rp 5 juta sampai Rp 50 juta menggunakan jaminan bisa BPKB kendaraan bermotor maupun sertifikat tanah, lanjutnya.
Walikota berpesan agar tetap menjaga kualitas dan mutu ikan bandeng yang akan diperjualkan. Sehingga pembeli pun di harapkan akan loyal membeli lagi hasil olahan warga Kelurahan Tambakrejo. “Misalnya dengan kemasan/ packaging yang menarik, tempat yang bersih,  pedagangnya  ramah , dan yang jelas bandeng  Tambakrejo yang lezat ini jangan dikurangi bumbunya, kata " Walikota.