• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Manfaatkan Organisasi Sebagai Wadah Untuk Lebarkan Jaringan

 27-02-2017 07:56 WIB    by Admin    Dilihat: 514 kali Berita Kota
Dengan berorganisasi akan dapat memperlebar jaringan yang akan bermanfaat dalam perjalanan karir kedepan. Hal itu diungkapkan Walikota Semarang saat membuka Pendidikan Kader Dasar Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah (RISMAJT XI), Minggu (26/2) Aula Masjid Agung Jawa Tengah.
Didepan ratusan Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah beserta pengurus, orang nomor satu di Semarang menyampaikan pengalamannya saat berorganisasi dan memperoleh karir.
“Dulu saya aktif di organisasi kepemudaan sejak tahun 1992 seperti KNPI, Pemuda Panca Marga, FKPPI dll. Saya tidak dibayar, tetapi saya mempunyai tekad untuk memiliki teman sebanyak-banyaknya. Alhamdulilah pada saatnya saya mencalonkan diri menjadi Walikota ternyata memperoleh banyak manfaat dari berorganisasi,” tuturnya di acara yang mengangkat tema Membentuk Jiwa Kepemimpinan Yang Berkarakter dan Cinta tanah Air.
Mulanya, lanjut Hendi, tidak pernah terbersit dalam benaknya untuk menjadi walikota. “Saya hanya memiliki mimpi untuk mempunyai pasangan hidup, anak-anak yang shalih, dan dapat menghabiskan waktu bersama mereka. Tapi ternyata saya diberi amanah untuk memimpin Kota Semarang yang bahkan sulit untuk menghabiskan waktu bersama,” ceritanya.
Menurutnya kunci menjadi sukses adalah jaringan dan kerja keras. “Jadi tidak ada istilah enak ya kamu jadi anak orang kaya pasti kelak akan sukses. Semuanya perlu proses dan kerja keras,” tegasnya.
Menurutnya terdapat 4 ciri anak muda, yaitu anak muda apatis atau dengan istilah Emang Gue Pikirin dimana tidak peduli dengan lingkungannya, anak muda yang memiliki kemampuan tetapi tidak melakukan hal positif untuk lingkungannya, anak muda yang peduli tetapi memiliki keterbatasan kemampuan, serta anak muda yang mau dan mampu berbuat hal positif demi lingkungannya.
“Saya berharap seluruh Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah dapat tergolong menjadi anak muda di kategori keempat yang mana akan menjad bagian komunitas anak muda yang diharapkan dan dibanggakan masyarakat,” pungkasnya.
Dari data statistik menunjukkan bahwa dari sebanyak 250 juta jiwa penduduk di Indonesia, 44 persen diantaranya adalah anak muda. Hal ini menunjukkan bagaimana nasib indonesia kedean juga ditentukan oleh kaum mudanya.
Ia menambahkan bahwa di tahun 2030 mendatang indonesia akan mendapat bonus demodrafi, yaitu penduduk di usia kerja akan mencapai posisi tertinggi dibanding anak mudanya.
“Untuk itu saya berpesan untuk membekali diri dengan hal positif karena pertandingan sebenarnya adalah saat memasuki dunia kerja. Kemampuan boleh sama, tapi tidak semua memiliki ahlak yang baik dan integritas. inshaAllah jika kita istikomah dan bekerja keras, kesuksesan akan ada di depan mata,” pungkasnya.