• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Semarang Hasilkan 1.000 Ton Sampah Perhari, Sekda Minta Warga Peduli

 27-02-2017 11:48 WIB    by Admin    Dilihat: 1666 kali Berita Kota
Sekretaris Daerah Kota Semarang bersama kepala SKPD antusias membagikan tas belanja ramah lingkungan kepada warga masyarakat yang sedang berada di area Car Free Day Simpanglima, Minggu pagi (26/2). Kantung tersebut dipergunakan untuk memungut sampah yang ada di pusat kota Semarang Tersebut.

Pemandangan tersebut terlihat usai ribuan peserta melaksanakan apel Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2017. Menurut Sekretaris Daerah Kota Semarang, Adi Tri Hananto, kehadiran dan partisipasi para peserta menunjukkan sebuah komitmen untuk bersama-sama memecahkan persoalan kebersihan lingkungan utamanya yang berkaitan dengan pengelolaan sampah.

“Semoga sinergitas dan kebersamaan kita pagi hari ini menjadi satu kekuatan besar untuk mewujudkan Kota Semarang yang bersih sebagai salah satu embrio dalam rangka mewujudkan Indonesia Bersih 2020,” tuturnya.

Ditetapkannya tanggal 21 Februari sebagai Hari Peduli Sampah Nasional dikarenakan sebuah tragedi longsor sampah di TPA Leuwi Gajah yang menewaskan 141 orang 12 tahun yang lalu. “Ini mengingatkan kita untuk tidak menganggap enteng persoalan pengelolaan sampah. Karena meski kita telah diingatkan melalui tragedi TPA Leuwi Gajah tersebut, namun dalam perkembangannya permasalahan sampah di Indonesia lebih khusus di Kota Semarang menjadi semakin kompleks dan meluas hingga persoalan yang menyangkut pencemaran sampah di laut,” tambahnya.

Sebuah hasil penelitian yang dilakukan pada tahun 2015 menunjukkan bahwa potensi sampah plastik yang ada di lautan Indonesia mencapai 187,2 juta ton per tahun, sehingga menempatkan Negara kita sebagai Negara kedua terbesar di dunia yang menyumbang sampah ke laut setelah Tiongkok. Bahkan dalam lima tahun terakhir, dari 2011 hingga 2015, ada kecenderungan peningkatan volume sampah plastik di 22 kota metropolitan dan kota besar di Indonesia dari yang semula 400 ribu m3/tahun di tahun 2011 menjadi 1.200.000 m3/tahun di tahun 2015.

Data tersebut, lanjutnya, menunjukkan sebuah fakta kurangnya kesadaran dan kepedulian terhadap pengelolaan sampah. Semarang dengan jumlah penduduk mencapai 1,6 juta jiwa yang tersebar di 16 Kecamatan dan 177 Kelurahan setiap harinya menghasilkan 1000 ton sampah, sementara yang masuk ke TPA mencapai 850 ton, 15% sisanya dikelola oleh kurang lebih 50 bank sampah yang ada di Kota Semarang.

Menyikapi besarnya volume sampah tersebut, berbagai upaya telah kita lakukan dalam hal pengelolaan sampah sehingga menjadi lebih bermanfaat, di antaranya mengolah sampah menjadi pupuk organik, mengolah sampah menjadi gas methan di mana produksi gasnya mencapai 120 m3/hari yang dimanfaatkan 150 KK di sekitar TPA Jatibarang, bekerja sama dengan Negara Denmark dalam pembuatan Landfilled Gas System yang konsepnya adalah mengubah limbah sampah menjadi energi listrik (1,5 megawatt), pembuatan instalasi pengolahan air limbah komunal, serta membentuk kelompok masyarakat peduli lingkungan serta memberdayakan bank sampah yang ada di masyarakat.

Ia menambahkan bahwa persoalan sampah merupakan permasalahan yang kompleks. “Tidak mungkin kalau hanya diselesaikan oleh Pemerintah Kota Semarang sendiri. Butuh banyak tangan untuk bekerja keras mengatasi persoalan sampah. Karena itulah mari kita jadikan momentum untuk bersama-sama, bersinergi melakukan sebuah aksi nyata secara kontinyu mengelola sampah dengan baik dan bijak menuju Semarang Bebas Sampah 2020,” pungkasnya.

Apel pagi itu dihadiri oleh jajaran 16 kecamatan, bank sampah, Undip, Unnes, kelompok prenjak tapak, AIESEC Undip, green community Unnes, Pramuka, serta sejumlah perusahaan dan hotel.

Dalam acara tersebut digelar juga parade peduli sampah dari komunitas, penyerahan bantuan motor pengangkut sampah dari Pemkot kepada Kelurahan Jomblang, gerobak sampah kepada kelurahan pleburan, tong sampah kepada kelurahan Pekunden, dan becak sampah kepada kelurahan Miroto.