• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Lestarikan Budaya Jawa, Walikota Hendi Inisiasi Kampung Jawi

 08-03-2017 11:06 WIB    by Admin    Dilihat: 864 kali Berita Kota
Di era globalisasi dewasa ini, mempertahankan budaya asli suatu daerah kerap menjadi tantangan sendiri. Kondisi tersebutlah yang juga sedang dirasakan oleh Walikota Semarang, Hendrar Prihadi pada budaya jawa di Kota Semarang. 
Maka untuk menjaga budaya Jawa tetap hidup di Kota Semarang, Walikota yang akrab disapa Hendi ini pun menginisiasi sebuahkampung bernama Kampung Jawi. Kampung ini diinisiasi agar masyarakat tak hanya sekedar tahu tentang budaya jawa, tetapi juga dapatbelajar budaya Jawa.
Kampung Jawi ini terletak di Kalialang Lama RT 2 RW 1 Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati. Ketika masuk pertama kali ke area ini, masyarakat akan langsung disambut wayang raksasa yang dilukis di atas jalan. 
Tak hanya itu, saat menyusuri gang kampung ini, masyarakat akan diiringi suara khas kesenian gamelan, tek-tek, karawitan, dan jathilan. Suara tersebut bersumber dari sanggar-sanggar kesenian yang ada di Kampung Jawi tersebut.
Kamp‎ung Jawi ini adalah merupakan salah satu dari 32 Kampung Tematik yang dibangun oleh Walikota Hendi pada tahun 2016 dan telahdiresmikan pada tanggal 26 November 2016. 
Sebelum diubah menjadi Kampung Jawi, Kampung Kalialang dikenal sebagai daerah yang kering dan rawan longsor. Namun saat iniKampung Kalialang telah bertransformasi menjadi sebuah kampung yang sangat menarik berhias lukisan mural bertemakan budaya Jawa.
"Jadi kalau di tempat lain ada Kampung Inggris, di Kota Semarang justru ada Kampung Jawi, supaya budaya Jawa tetap bisa eksis", jelasHendi saat berkunjung ke Kampung Jawi belum lama ini. 
"Di Kampung Jawi, budaya Jawa tidak hanya dilestarikan dengan pertunjukan-pertunjukan kesenian saja, tetapi juga dalam keseharian, kami harap banyak yang mau datang ke sini langsung untuk mempelajari budaya Jawa", tambahnya.
Lurah Sukorejo, Dwiyanto menambahkan bahwa sebenarnya embrio budaya jawa di Kelurahan Sukorejo sudah ada sejak lama dibandingkan Kelurahan lain yang ada di Gunungpati. Pihaknya hanya sedikit memoles budaya jawa ini supaya berkembang di warga Sukorejo dengan memberikan pelatihan kesenian jawa dan menambah beberapa infrastruktur untuk menghidupkan kampung jawi ini. “Di sini anak-anak sudah dikenalkan bahasa Jawa melalui lingkungan keluarganya kemudian berlanjut ke teman sebaya yang harapannya menerapkan bahasa jawa dalam kehidupan sehari-hari mereka” urainya.
Selain itu setiap hari Minggu di Kelurahan Sukorejo, Dwiyanto juga menyediakan pelatihan pranatacara dan setiap tahunnya menyelenggarakan parade seni.
Terakhir Walikota berpesan bila ruh kampung jawa sudah tumbuh, maka wilayah yang ada disekitar kiri kanan supaya dianggarkan untuk bisa dijadikan wilayah penunjang. “Bisa melalui pengecatan pada paving, penerangan jalan dan penghijauan", pungkasnya.