• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Berita Kota

Walikota Apresiasi Komunitas Peduli Sampah Ajak Jaga Kebersihan

 13-03-2017 08:02 WIB    by Admin    Dilihat: 1841 kali Berita Kota
Kini kepedulian dan partisipasi masyarakat terhadap kebersihan lingkungan semakin tinggi. Buktinya salah satu komunitas di Kota Semarang yaitu Komunitas Peduli Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Undip menyelenggarakan acara tambak lorok peduli sampah belum lama ini. Tak hanya anggota komunitas tersebut, Walikota Semarang pun terlihat ikut memungut sampah yang ada di halaman mushola RT 02 RW 15 Kampung Tambaklorok.
Walikota Semarang Hendrar Prihadi yang hadir pagi itu memberikan apresiasi kepada anggota komunitas peduli lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Undip yang kerap melakukan transfer ilmu kepada para pelajar hingga tingkat SMP.
“Memang harus begini, kita seluruh warga Kota Semarang bersama pemerintah bersinergi untuk mengelola dan membenahi sebuah kota agar menjadi lebih baik. Jangan semuanya diserahkan kepada pemerintah. Jika ada persoalan dapat diatasi bersama-sama seperti yang dilakukan di Kelurahan Tambaklorok ini,” ujarnya.
Sebuah hasil penelitian yang dilakukan pada tahun 2015 menunjukkan bahwa potensi sampah plastik yang ada di lautan Indonesia mencapai 187,2 juta ton per tahun, sehingga menempatkan Indonesia sebagai Negara kedua terbesar di dunia yang menyumbang sampah ke laut setelah Tiongkok.
Bahkan dalam lima tahun terakhir, dari 2011 hingga 2015, ada kecenderungan peningkatan volume sampah plastik di 22 kota metropolitan dan kota besar di Indonesia dari yang semula 400 ribu m3/tahun di tahun 2011 menjadi 1.200.000 m3/tahun di tahun 2015.
Sedangkan di Kota Semarang dengan jumlah penduduk mencapai 1,6 juta jiwa yang tersebar di 16 Kecamatan dan 177 Kelurahan setiap harinya menghasilkan 1000 ton sampah, sementara yang masuk ke TPA mencapai 850 ton, 15% sisanya dikelola oleh kurang lebih 50 bank sampah yang ada di Kota Semarang untuk menjadi pupuk dan gas metana.
Dari Dinas Lingkungan Hidup telah menganggarkan kontainer baru sebanyak 90 unit yang merupakan fokus utama Dinas tersebut dalam pembenahan di bidang kebersihan lingkungan. Dengan pembaharuan kontainer pengangkut sampah tersebut diharapkan para pengguna jalan tidak terganggu dengan bau sampah yang diangkut serta tidak ada ceceran sampah akibat kontainer yang berlubang.
Dari data tersebut pihaknya menyimpulkan bahwa saat ini sampah menjadi persoalan yang sangat serius di Semarang. Banjir yang kerap terjadi di beberapa wilayah di Kota Semarang salah satu penyebab terbesarnya adalah karena sampah yang menyumbat saluran-saluran atau drainase.
“Kalau hujan dan saat air rob pasang menimbulkan persoalan yaitu tidak berfungsinya pompa padahal kita memiliki sebanyak 97 pompa. Tapi saat hujan deras disertai pasangnya rob ditambah banyaknya sampah tentu resiko banjir tidak dapat kita hindari,” tukasnya
Untuk itu, sambungnya, melalui kegiatan semacam ini sedikit banyak dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan sehingga harapannya dapat mengurangi sampah yang ada di Kota Semarang.