• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 
  • Segenap Jajaran Pemerintah Kota Semarang Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H Mohon Maaf Lahir & Batin

Berita Kota

Walikota Hendi Tanamkan Budaya Naik Kendaraan Umum Pada Pelajar

 15-03-2017 10:50 WIB    by Admin    Dilihat: 385 kali Berita Kota
Mengatasi kemacetan saat ini menjadi sebuah tantangan yang dihadapi oleh pemerintah daerah pada kota-kota besar di Indonesia. Salah satunya adalah Kota Semarang, yang saat ini sedang berusaha keras mengurai kemacetan yang kerap terjadi di sejumlah ruas jalan akibat kemajuan kota yang pesat.
Untuk itu Walikota Semarang, Hendrar Prihadi pada awal tahun 2017 membuat gebrakan dengan memberlakukan sistem satu arah pada sejumlah ruas jalan di antaranya Jalan Pemuda, Jalan Imam Bonjol, Jalan Gajahmada, Jalan Thamrin, dan Jalan Veteran.
Pemberlakuan sistem satu arah tersebut walaupun awalnya mendapat penolakan dari pengguna jalan di Kota Semarang, namun kini terbukti telah berhasil memecah simpul kemacetan di Kota Semarang. Selain itu, dalam mengurai kemacetan, Walikota yang akrab disapa Hendi tersebut juga berencana membangun simpang susun di daerah Ngaliyan Pedurungan, dan Banyumanik serta pelebaran jalan di sejumlah ruas jalan di Kota Semarang.
Namun begitu Walikota Hendi mengatakan bahwa semua hal yang telah dilakukan tersebut tidak dapat menjamin kedepannya Kota Semarang akan tetap terbebas dari kemacetan. Hal tersebut dikarenakan jumlah pengguna kendaraan bermotor di jalanan Kota Semarang setiap harinya terus bertambah.
"Perlu lebih dari sebuah penanganan teknis untuk dapat mengurangi potensi kemacetan di sebuah kota. Budaya bepergiannya juga harus diubah", tegas Walikota Hendi.
Karena itulah, Walikota Semarang yang baru dilantik pada awal tahun lalu akan mengkampanyekan naik kendaraan umum ke setiap SMP di seluruh Kota Semarang guna menanamkan budaya naik kendaraan umum sejak kecil. "Kita akan bagikan E-Ticket Bus Trans Semarang gratis kepada siswa dan siswi di SMP untuk dapat digunakan selama satu bulan", jelas Walikota Hendi.
Dirinya menambahkan E-Ticket Bus Trans Semarang yang dibagikan secara gratis tersebut berisi saldo Rp 50.000,-, sedangkan tarif Bus Trans Semarang yang berlaku untuk pelajar sendiri adalah Rp 1.000,-
Untuk mendukung kampanye naik kendaraan umum di sekolah-sekolah tersebut, Walikota Semarang, Hendrar Prihadi juga meyiapkan bus Trans Semarang khusus pelajar. "Saat ini kami siapkan 16 Bus Trans Semarang khusus pelajar yang akan beroperasi mulai pagi hari jam setengah enam (05.30)", tambahnya.
16 bus khusus pelajar yang dapat mengakomodir 848 penumpang, terdiri dari 4 bus besar yang masing-masing berkapasitas 83 penumpang dan 12 bus sedang yang masing-masing berkapasitas 43 penumpang. Bus tersebut dirancang agar dapat mengakomodir kebutuhan transportasi para pelajar pasalnya masing-masing bus hanya berjarak 10 menit. Dari 4 koridor masing-masing koridor terdapat 2 pool dan masing-masing pool terdapat 2 Bus Trans khusus pelajar.
Sedangkan bus pertama, ketiga, kelima dan seterusnya tetap melayani seluruh penumpang baik pelajar maupun umum dengan tetap menawarkan pembayaran menggunakan kartu yang menjamin pembayaran lebih cepat dan mudah dimana kartu tersebut dapat dibeli di shelter transit Pemuda, Imam Bonjol, Karangayu, dan RS. Elisabeth.