• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Walikota Hendi Champion Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi di Daerah K

 17-03-2017 10:03 WIB    by Admin    Dilihat: 531 kali Berita Kota
Walikota Semarang Hendrar Prihadi semakin memperkuat komitmennya dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi. Hal itu ia wujudkan dengan ditandatanganinya MoU Implementasi Sistem Integritas Lokal bersama Pattiro dan Transparansi Internasional Indonesia (TII) dengan disaksikan KPK, di Hotel Daffam, Kamis (16/3). Program – program penguatan dalam MoU ini didasarkan pada hasil assesment Sistem Integritas Lokal (SIL) yang dilaksanakan oleh PATTIRO Semarang dan TI Indonesia tahun 2016.
Program yang disepakati dalam MoU diantaranya Penguatan sistem Pengendali Gratifikasi melalui Unit Pengendali Gratifikasi (UPG), Pengawasan kinerja birokrasi melalui e-kinerja, Sistem Perijinan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Semarang Pro Investasi, Keterbukaan informasi melalui Open Data, Penguatan pengawasan masyarakat melalui Lapor Hendi, dan Akuntabilitas publik dalam sektor Pengadaan Barang dan Jasa.
Direktur Pattiro Semarang, Widi Nugroho menyebutkan bahwa saat ini birokrasi merasa sudah melakukan pelayanan terbaik namun belum melakukan kroscek di masyarakat, apakah pelayanan yang dimaksudkan sudah sesuai dengan keinginan masyarakat atau belum. “Pattiro Semarang disini akan berperan dalam melakukan monitoring dan evaluasi (monev) capaian – capaian program dan melaporkan progres report nya secara langsung kepada Walikota,” ujarnya.
Melalui seminar dan penandatanganan ini Pemkot berharap capaian penguatan program pencegahan dan pemberantasan korupsi ini tidak hanya terlaksana dan anggaran terserap namun harus berdampak pada peningkatan pelayanan dengan excellence service dan masyarakat dapat aktif berpartisipasi untuk melakukan pengawasan terhadap seluruh program yang belum, sedang maupun telah dilaksanakan.
Komisioner KPK RI, Drs. Saut Situmorang, M.Si mengatakan bahwa di Kota Semarang terdapat peningkatan secara kualitatif dalam hal pencegahan dan pemberantasan korupsi. “Hal itu ditunjukkan dengan telah optimalnya Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di lingkungan Pemerintah Kota Semarang, serta tersedianya website. Selain itu, yang menjadi indikator peningkatan adalah tindak lanjut dari permohonan yang masuk dari masyarakat karena keterbukaan informasi itu harus ada reaksinya,” tuturnya.
Adanya program lapor hendi pun dinilai positif oleh Saut Situmorang. Namun dalam memberikan feedback, lanjutnya, harus melalui struktur dan prosedur karena Walikota memiliki staf dan bawahannya. Ia berharap, Walikota dapat mengatur standar operasional secara detail agar mengurangi resiko penyimpangan aturan.
Selepas dari Kota Semarang, Saut berencana ke Surabaya untuk membandingkan kota mana yang terbaik dalam komitmen pencegahan dan pemberantasan korupsi. “Harapannya dua-duanya bisa menjadi yang terbaik. Kami memang mencari champion-champion di daerah. Kalau semua diserahkan pak Jokowi kasihan juga,” ujarnya.
Sementara Walikota Semarang Hendrar Prihadi yang bertindak sebagai keynote speaker mengungkapkan bahwa dirinya memberikan apresiasi, melalui penandatanganan MoU ini menunjukkan bahwa banyak pihak seperti KPK, Pattiro, dan Transparansi Internasional Indonesia menyatakan siap untuk menjadi bagian dari tim pencegahan dan pemberantasan korupsi di Kota Semarang. “Mereka bisa ‘memotret’ apa saja yang kurang terkait pelayanan publik, korupsi, kolusi dan gratifikasi agar menjadi masukan untuk kita,” tuturnya.
Menurutnya, korupsi ini sudah menjadi musuh bersama yang harus ditangani secara bersama-sama pula oleh seluruh komponen masyarakat. “Baik dari birokrasi, sektor swasta, dan masyarakat secara umum harus berkomitmen dalam upaya memerangi korupsi. Saat ini kita memiliki sistem dan aturan untuk ditaati,” tambah Hendi.
Dalam acara tersebut hadir pula sebagai peserta Perwakilan BPK, Lembaga Kuasi Negara, KIP Provinsi, ORI Kantor Perwakilan, PTN/ PTS di kota Semarang, OPD di Pemprov Jawa Tengah dan kota Semarang, Dunia Usaha (Kadin, Apeksi, Hipmi), organisasi masyarakat sipil, BEM dan tokoh masyarakat serta jurnalis lokal dan  nasional.