• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Ribuan Siswa Sekolah Ikuti Edukasi Pengelolaan Sampah

 11-05-2017 09:15 WIB    by Admin    Dilihat: 1039 kali Berita Kota
“Kreatifitas dalam mengelola sampah sangat diperlukan. Salah satunya melalui program bank sampah. Hal ini diperlukan agar lingkungan menjadi bersih”, ungkap Erni Guntarti Tjahjo Kumolo di hadapan ribuan siswa SD, SMP, SMA se-Kota Semarang dalam acara edukasi pengelolaan sampah di Balaikota Semarang, Rabu (10/5). Acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini mengusung tema “Gembira Bersama Kelola Sampah Menuju Cara Hidup Sehat”.
 
Dalam kesempatan tersebut, istri Mendagri ini juga melontarkan pertanyaan seputar sampah. “Siapa yang bisa menyebutkan 3 contoh sampah organik?”, tanyanya. Salah seorang siswa SD, Khasanah, spontan langsung menjawab dengan lantang, “Saya Bu, daun, sisa makanan dan sisa buah-buahan”. Kemudian siswa yang menjawab pertanyaan dengan benar pun memperoleh hadiah berupa sepeda.
 
Acara yang diprakarsai oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia yang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Semarang dan Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian dan peran aktif anak-anak SD, SMP, SMA/SMK dalam mengelola sampah mulai dari sumbernya. Kegiatan ini juga sebagai salah satu upaya mewujudkan Indonesia Bebas Sampah 2020.
 
Pemerintah Kota Semarang pun mengapresiasi kegiatan ini. Terlebih yang disasar adalah siswa siswi SD, SMP, SMA/SMK yang merupakan generasi penerus. Dengan demikian, pemberian pendidikan dan pemahaman yang benar tentang bagaimana mengelola sampah harus dilakukan sejak dini.
 
Menyikapi persoalan sampah, Pemerintah Kota Semarang telah melakukan berbagai upaya antara lain mengelola sampah menjadi pupuk organik dan gas metan, Bekerja sama dengan Negara Denmark dalam pembuatan Landfilled Gas System yang konsepnya adalah mengubah limbah sampah menjadi energi listrik (1,5megawatt), pembuatan instalasi pengolahan air limbah komunal, membentuk kelompok masyarakat peduli lingkungan serta memberdayakan bank sampah yang ada di masyarakat. Bahkan rencana ke depan, di akhir tahun akan diadakan lomba kebersihan sekolah dan pemilihan sekolah terbersih dan terkotor sehingga dapat memacu sekolah-sekolah untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan