• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Dua Belas Ribu Orang Akan Memeriahkan Prosesi Dugder Tahun 2017

 23-05-2017 15:10 WIB    by Admin    Dilihat: 6180 kali Berita Kota
Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1438 H Pemerintah Kota Semarang bersama Pengurus Masjid Kauman, Masjid Baiturrahman, Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan menyelenggarakan prosesi Dugder. Diperkirakan 12.000 orang akan meramaikan prosesi Dugder ini yang akan dilaksanakan di Lapangan Simpanglima pada Rabu (24/5) dan Halaman Balaikota pada Kamis (25/5).

Tema karnaval Dugder tahun ini adalah “Dugderan Meneguhkan Tekad Meraih Semarang Hebat”. Tema ini mengandung arti agar seluruh warga Kota Semarang menyatukan hati meneguhkan tekad untuk bersama-sama membangun Kota Semarang menuju Semarang Hebat serta masyarakat yang semakin sejahtera.
Karnaval di Simpanglima akan dimulai pukul 06.00 WIB yang diikuti oleh anak-anak TK, SD/MI, SMP/MTs. Mereka akan menampilkan aneka ragam seni tradisional yang unik, seperti pasukan warak, kesenian lokal, kembang manggar, drum band, pasukan Bhinneka Tunggal Ika, visualisasi tari dan kera ekor panjang serta seni olah raga sepeda roda satu. Rute yang dilalui adalah dari Lapangan Simpanglima menuju Jalan Pahlawan dan berakhir di Taman Menteri Supeno (Taman KB). 

Sementara karnaval yang diselenggarakan di Halaman Balaikota akan diikuti pasukan Drumband PIP, Pasukan Muhammadiyah, NU, Kementerian Agama, siswa-siswi SMA/SMK, Perguruan Tinggi di Kota Semarang, Hotel dan Perusahaan, Organisasi Kepemudaan, Komunitas seniman lainnya, 16 Kecamatan se-Kota Semarang, Bendi Hias dan Kereta Kencana yang dinaiki oleh Walikota Semarang beserta Ibu selaku Kanjeng Bupati Arya Purbaningrat. Mereka akan melaksanakan karnaval mulai dari Balaikota jam 12.15 WIB melewati Jalan Pemuda menuju Masjid Kauman Semarang dan berakhir di Jl. Kolonel Sugiyono (sebelah timur Hotel Dibya Puri). Rombongan Walikota sesampainya di perempatan jalan menuju Masjid Kauman akan disambut dengan berbagai kesenian dari Masjid Kauman dan kaum difabel.

Prosesi utama karnaval dugder adalah penyerahan Suhuf Halaqoh dari alim ulama Masjid Kauman kepada Kanjeng Bupati Arya Purbaningrat (Walikota Semarang) untuk dibacakan kepada seluruh warga Kota Semarang. Setelah pembacaan Suhuf Halaqoh dilanjutkan dengan pemukulan bedug (dug…dug…dug…) yang disertai suara meriam (der…der…der…) yang menjadi asal mula kata Dugderan. Sebelum meninggalkan prosesi Masjid Kauman, Walikota akan membagikan makanan Ganjel Rel serta air khataman Al- Quran kepada para pengunjung. Makna dari makanan Ganjel Rel adalah bahwa manusia menjelang puasa ini harus bisa menata hati, hal-hal yang merasa ngganjel (perbuatan jelek) harus direlakan dan ditinggalkan. Supaya hati bersih maka diberi minuman air bersih yaitu air khataman Al-Quran.

Selanjutnya, Walikota beserta rombongan menuju Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) melalui Jl. Kartini. Sesampainya di Jl Jolotundo akan disambut dengan berbagai kesenian dari Kecamatan Semarang Timur, Genuk, Gayamsari, Drumband AMNI serta kesenian lain yang berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan juga MAJT. Acara utama di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) adalah penyerahan Suhuf Halaqoh yang dibawa Raden Mas Tumenggung Arya Purbaningrat dari Masjid Kauman diserahkan kepada Raden Mas Tumenggung Probohadikusuma (Gubernur Jawa Tengah) untuk diumumkan kepada seluruh warga Jawa Tengah.

Kabag Humas dan Protokol Pemkot Semarang Achyani menerangkan, selama prosesi karnaval Dugderan Jalan Pemuda hingga Paragon Mall akan ditutup mulai kurang lebih pukul 12.00 hingga acara selesai. ”Kami mengimbau kepada masyarakat Kota Semarang pada Kamis 25 Mei agar tidak melewati sepanjang Jalan Pemuda hingga Paragon Mall agar tidak menambah kecamatan arus lalu lintas disana,” ujarnya, Senin (22/5). Pihaknya berharap warga semarang dan sekitarnya bisa menyaksikan gelaran tahunan Kota Semarang.