• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Semarang Jadi Percontohan Smart City di Makasar

 23-05-2017 15:12 WIB    by Admin    Dilihat: 6743 kali Berita Kota
Atas keberhasilan pengelolaan smart city Kota Semarang, Walikota Semarang Hendrar Prihadi didapuk untuk dapat menginfluence kota-kota lainnya di Indonesia. Dalam ajang Gerakan Menuju 100 Smart City pada Smart City Summit 2017,Selasa(23/5) di Makasar, Kota Semarang menjadi contoh dalam implementasi konsep smart city guna peningkatan pelayanan bagi masyarakat.
Walikota memaparkan penerapan konsep smart city yang telah serius digarap sejak tahun 2013. Keseriusan dan komitmen ini terus diwujudkan dengan pengembangan berbagai inovasi yang berfokus pada peningkatan kemudahan, ketepatan dan kepercayaan masyarakat.

Konsep smart yang diterapkan dalam berbagai sistem pelayanan online di Kota Semarang ini meliputi konsep systemic (terhubung sistem), monitorable (dapat dipantau), accessible (mudah diakses), reliable (dapat dipercaya), serta time bound (batasan waktu). Konsep smart ini fokus pada upaya memberikan kemudahan, ketepatan dan kepercayaan bagi warga masyarakat termasuk para pelaku usaha.

Dalam bidang perijinan dan investasi, Kota Semarang meluncurkan sistem KRK dan IPTB online dimana masyarakat dapat dengan mudah melakukan pengurusan ijin Keterangan Rencana Kota (KRK) dan Izin Pelaku Teknis Bangunan (IPTB). Selain kemudahan akses melalui smart phone/ gadget, aplikasi ini juga menawarkan kemudahan dalam memonitor setiap tahapan perijinan serta kepastian waktu.

“Adanya sistem KRK dan IPTB online ini memudahkan para pemohon untuk dapat mengakses dan memonitor secara langsung sampai tahapan mana ijin yang diajukannya. Kemudahan pengecekan dan kepastian waktu inilah yang dibutuhkan para pemohon,” ungkap Walikota.
Jika dirasa belum puas, lanjutnya, masyarakat dapat mengajukan aduan langsung melalui aplikasi @laporhendi yang diproses maksimal 10 hari. Semua ini, menurut Walikota, merupakan wujud komitmen Pemkot Semarang dalam memberikan pelayanan terbaik bagi warga.

Hasilnya, kerja keras ini diganjar dengan berbagai penghargaan dan apresiasi mulai dari Ombudsman, Kemenpan & RB hingga KPK. Penerapan konsep Smart City, menempatkan Kota Semarang naik kelas dalam indeks persepsi korupsi hingga peringkat ke-3 di tahun 2015, jauh melesat dari posisi awal di angka 25 pada tahun 2010.
Capaian tersebut tentu bukan yang utama, melainkan kepercayaan publik dan kepuasan masyarakatlah yang menjadi komitmen dan fokus Pemkot Semarang. Hasilnya, investasi Kota Semarang pun melesat naik hingga mencapai angka 10.500 trilyun pada 2016 atau meningkat 95,45% dibanding tahun 2010 yang hanya mencapai 357 milyar.  
        
Sebelumnya, Kota Semarang juga terpilih menjadi 1 dari 25 kota/ kabupaten se-Indonesia untuk melakukan penandatanganan MoU pada Gerakan Menuju 100 Smart City pada Smart City Summit 2017, Senin (22/5).
Menteri Kominfo dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembangunan smart city di Indonesia dilakukan secara bertahap. Menurutnya, konsep smart city, tidak berbicara mengenai kuantitas aplikasi melainkan pada nilai tambah atau kemanfaatan baik dari sisi internal dan layanan masyarakat. Harapannya, konsep smart city akan terus berkembang hingga nantinya terwujud smart nation.

Sementara, Dirjen Bina Bangda Kemendagri, Dian Indrayati, mengapresiasi upaya pemerintah daerah dalam pengembangan konsep smart city di seluruh Indonesia. Menurutnya, pengembangan konsep smart city harus mampu menjawab berbagai permasalahan wilayah dan memiliki benang merah dengan kondisi di daerahnya. Dengan demikian, peningkatan pelayanan akan terwujud, lanjutnya.