• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Serunya Ketika Wali Kota Semarang Ikut Sepak Bola Api

 02-07-2017 20:27 WIB    by Admin    Dilihat: 426 kali Berita Kota
Pondok Pesantren di Kota Semarang, Jawa Tengah, tepatnya Pondok Pesantren Salafiyah Az-Zuhri kembali menggelar sepak bola api dan durian. Unik, kali ini salah satu peserta yaitu Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi yang kakinya juga ikut terluka.

Bertempat di sebuah lapangan kecil di daerah Ketileng, Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, kemeriahan terasa karena banyak santri dan warga yang tidak sabar menunggu pertunjukan itu.

Hendrar atau yang akrab disapa Hendi hadir menggunakan baju koko biru dan berpeci hitam. Awalnya ia akan menjadi wasit, tapi ternyata pria asli Semarang itu bergabung bersama para santri untuk menjadi peserta.

Batok kelapa yang digunakan sebagai bola disulut api hingga menyala terang di tengah gelapnya lapangan. Dua tim saling berebut bola dan menjebol gawang lawan. Mereka bersemangat meski tanpa alas kaki.

Hendi yang baru pertama kali mencoba sepak bola api itu terlihat tidak takut bahkan ia berhasil mencetak 1 gol meski hasil akhir pertandingan timnya kalah skor 1-2.

Ternyata pertunjukan sepak bola belum berakhir, ada yang lebih ekstrim yaitu bola diganti dengan durian. Hendi lagi-lagi ikut dan masih tanpa alas kaki.

Usai pertandingan, ternyata kaki Hendi dan beberapa santri luka-luka bahkan berdarah dan melepuh. Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Az-Zuhri, Gus Lukman Hakim kemudian mengobati dengan cara menyiram luka dengan air keras dan hasilnya luka itu seketika tidak lagi sakit.

"Ini pertama kalinya buat saya. Alhamdulillah berjalan baik dan lancar," kata Hendi, Sabtu (1/7/2017) malam.

Menurut Hendi, ada makna dari pertunjukan sepak bola api dan durian yang ia ikuti yaitu jika yakin dan diiringi doa, maka segala sesuatu bisa dilewati dan diatasi termasuk rasa sakit saat memainkan sepak bola api serta durian.

"Yang penting keyakinan dan doa, Insya Allah apa yang kita kerjakan berhasil," tandasnya.

Gus Lukman menambahkan, belajar dari dua permainan ekstrim itu, keyakinan merupakan bekal penting manusia di dunia dan akhirat.
"Memang manusia harus menumbuhkan rasa keyakinannya. Dan sekarang ini sudah banyak orang yang kehilangan keyakinannya," kata Gus Lukman.

Pertunjukan tersebut merupakan salah satu rangkaian peringatan hari jadi Ponpes Salafiyah Az-Zuhri ke-28. Acara lainnya yaitu dimeriahkan dengan penerbangan lampion, menyalakan kembang api, dan pagelaran wayang.

Ponpes Salafiyah Az-Zuhri bukan pertama kali menggelar sepak bola api dan sepak bola durian. Beberapa kali pertunjukan itu dilakukan salah satunya saat merayakan 1 Muharam pada 1 Oktober 2016 lalu. Tidak hanya pria dewasa, anak-anak dan santriwati pun tidak takut mencobanya.