• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Kota Semarang Dipilih Kemenkes Jalin MoU Untuk Tekan Kasus Demam Berdarah

 13-07-2017 07:23 WIB    by Admin    Dilihat: 372 kali Berita Kota
Upaya Pemerintah Kota Semarang untuk terus menekan angka kejadian demam berdarah memperoleh dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya adalah dari
Kementerian Kesehatan yang memilih Kota Semarang menjadi tempat pelaksanaan Penelitian dan Pengembangan penyakit demam berdarah. Ini diwujudkan dalam
bentuk penandatanganan MoU antara Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan RI (Balitbangkes) yang diwakili oleh Kepala Balitbangkes RI, Siswanto dengan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Ruang VIP Walikota, Selasa (11/7).

Walikota yang akrab disapa Hendi usai penandatanganan MoU mengaku senang dan merespon positif dengan terpilihnya Kota Semarang sebagai kota tempat dilakukannya penelitian dan pengembangan demam berdarah oleh Kemenkes. Karena secara umum hal ini tentunya akan bermanfaat bagi warga Kota Semarang.

“Bagi warga masyarakat, Saya rasa penelitian dan pengembangan demam berdarah ini yang nantinya dilakukan oleh Balitbang Kementerian Kesehatan akan memberikan semacam edukasi bagi warga masyarakat untuk lebih menyadari pentingnya pola hidup bersih dan sehat sehingga terhindar dari kasus demam berdarah. Meskipun fase demam berdarah di Kota Semarang sudah turun signifikan dari ranking tiga menjadi rangking duapuluh sembilan”, ujar Hendi.

Lebih lanjut dikatakan Walikota,  bagi Pemerintah Kota Semarang sendiri, hasil penelitian yang dilakukan terhadap penyakit demam berdarah  ke depannya dapat dijadikan bahan referensi bagi pengambilan kebijakan yang tepat guna menekan angka kejadian demam berdarah di Kota Semarang

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Widoyono menjelaskan

lebih terperinci ruang lingkup penelitian dan pengembangan yang akan dikerjasamakan dalam MoU meliputi upaya pencegahan, penanggulangan, dan sosialisasi demam berdarah. “Sosialisasi demam berdarah misalnya bagaimana masyarakat lebih menyukai 3M plus dari pada fogging, bagaimana

peran serta penggerakan tokoh masyarakat lurah camat terhadap penurunan kasus demam berdarah, bagaimana kemandirian masyarakat untuk sadar menurunkan kasus secara mandiri, bagaimana pemerintah bisa menegakkan Perda tentang penanggulangan demam berdarah.