• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Supriyadi : Normalisasi Sungai BKT Jadi PR Besar Pemkot Semarang

 29-07-2017 13:57 WIB    by Admin    Dilihat: 396 kali Berita Kota
Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang mengatakan normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (SBKT) menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi Pemerintah kota (Pemkot) Semarang untuk kedepannya.
“Pemkot harus menyiapkan lahan sebelum warga hendak dipindahkan, agar proses normalisasi bisa berjalan secepatnya,” kata Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, S.Sos kepada wartawan termasuk wartanasional.com, di halaman Balaikota Semarang, Jum’at (28/7).

Supriyadi mengatakan, ini akan menjadi tugas berat bagi pemkot untuk mensterilkan bantaran SBKT karena banyaknya PKL yang masih berjualan dan ada kurang lebih 4.000 bangunan yang menggunakan akses bantaran SBKT.

“Relokasi di sekitar bantaran SBKT harus selesai tahun ini agar proses normalisasi bisa dimulai pada bulan Agustus,” kata Supriyadi.

Supriyadi menambahkan, Pemkot harus menyiapkan tempat di Pasar Klitikan Penggaron untuk para pedagang yang nantinya akan direlokasi.
“Tentu ini bukan pekerjaan yang mudah karena banyak PKL yang enggan pindah dikarenakan takut pendapatannya berkurang dari tempat yang saat ini dipakai,” ungkap Politikus PDI Perjuangan itu.

Supriyadi menambahkan, dalam proses relokasi Pemkot harus memperhitungkan tempat untuk pedangan karena itu akan menjadi faktor utama pedagang mau direlokasi atau tidak.
“Yang terpenting Pemkot harus mensosialisasikan kepada masyarakat agar mau pindah ketempat yang sudah disiapkan,” tutur Supriyadi.

Ketua DPRD Kota Semarang berharap ada kesadaran dari pedangan, masyarakat yang tinggal di wilayah bantaran untuk memudahkan proses normalisasi karena tanpa adanya kesadaran justru pembangunan ini akan terhambat.

“Karena normalisasi ini akan berdampak pada seluruh masyarakat di kota Semarang terutama masyarakat di bantaran SBKT,” pungkasnya