• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Kelangkaan Garam beryodium di Kota Semarang

 31-07-2017 10:53 WIB    by Admin    Dilihat: 418 kali Berita Kota
Wali Kota Semarang pada Senin (31/7) melakukan roadshow keliling apel terpusat di Dinas Pertanian  dan Dinas Ketahanan Pangan  Kota Semarang. Pada Pukul 06.30 WIB  Hendi sapaan Wali Kota  Semarang sudah tiba di tempat tersebut.  Apel  tersebut dihadiri  oleh Asisten Adminitrasi  Ekonomi  Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat , dan Kepala OPD terkait serta para karyawan – karyawati  pada Dinas Pertanian  dan  Dinas Ketahanan Pangan  Kota Semarang.

Setidaknya dalam kurun waktu 2 bulan kebelakang ini sejumlah daerah di Indonesia termasuk Kota Semarang, dihadapkan oleh sebuah fenomena lonjakan harga garam yang sangat membebani masyarakat. Dalam catatan harga komoditi  yang dirilis Bank Indonesia, terlihat jika harga garam di Kota Semarang menunjukkan grafik yang terus naik tak terkendali .Garam Beryodium Bata yang biasaya per kilogram dijual dengan harga Rp 5.000 / kg, kini telah menyentuk Rp 11.000 / Kg, ujar Wali kota dalam sambutannya.

Kenaikan harga karena kelangkaan pasokan garam inipun selain memicu kenaikan inflasi, juga dapat memberikan efek domino negatif  pada perputaran ekonomi di Kota Semarang. Terkait dengan percepatan pembangunan di Kota Semarang, saya ingin menegaskan bahwa penghijauan masih tetap menjadi salah satu fokus program Pemerintah Kota Semarang .

Dinas Pertanian dimohon agar  segera membuat sebuah pilot project Pertanian Hidroponik dengan Vertikultur Rak dengan memanfaatkan lahan-lahan seperti pedestrian atau taman-taman di Kota Semarang. Selain itu Dinas Pertanian juga harus menggerakkan masyarakat untuk melakukan gerakan Urban Farming ini di lingkungan tempat tinggalnya.

Pihaknya berharap dengan digalakkannya ‘Urban Farming’ ini, dapat terjadi percepatan upaya penghijauan di Kota Semarang. “Urban Farming” (Pertanian Perkotaan), yang intinya merubah lahan tidur di perkotaan menjadi lahan pertanian produktif.