• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Semarang Jadi Contoh Kota Masa Depan

 19-09-2017 08:10 WIB    by Admin    Dilihat: 909 kali Berita Kota
Perkembangan teknologi Informasi di Kota Semarang semakin signifikan. Berbagai layanan berlomba-lomba menciptakan inovasinya agar dengan mudah diakses oleh masyarakat sehingga membuat kota lumpia ini termasuk dalam salah satu Kota masa depan di Indonesia. Hal itu membuat Smart Indonesia Initiatives (SII) Forum mengundang Walikota Semarang untuk menjadi salah satu narasumber dalam konferensi bertajuk Indonesia Future City 2017, Senin (18/9) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) building BSD.
Faktor ekonomi merupakan pendorong utama Kota masa depan. Sebuah kota dengan daya saing ekonomi yang tinggi dianggap memiliki salah satu sifat Kota masa depan, faktor ekonomi termasuk salah satu daya saing inovasi, kewirausahaan, dan produktivitas dari kota tersebut. Smart economy suatu wilayah dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, bersama pakar ekonomi, DR. Hendri Saparini dan Deputy Gubernur BI Rosmaya Hadi, Walikota Semarang Hendrar Prihadi didapuk untuk menularkan pengalamannya dalam mengimplementasikan Kota masa depan di Kota Semarang. Dengan mengangkat tema “Smart City for Better Economy”, Hendi sapaan akrab Walikota membeberkan bagaimana implementasi Kota masa depan mampu memperbaiki perekonomian di Kota Semarang, bagaimana pertumbuhan ekonomi secara langsung dapat membantu kota Semarang lebih cerdas, serta bagaimana mengelola ekonomi kota sehingga mampu memberikan kontribusi dalam pengembangan kota cerdas.
Menurutnya upaya meningkatkan perekonomian di Kota Semarang di antaranya dengan meningkatkan pelayanan, memerangi korupsi, menekan inflasi, dan menerapkan Kota masa depan seperti menjalankan e-government, open government, dan transaksi non tunai.
“Upaya tersebut telah berangsur-angsur kami lakukan. Setelah mengikrarkan diri sebagai Kota masa depan pada tahun 2013, di tahun 2014 kami membangun infrastruktur jaringan dan free wifi di 2.300 titik, di tahun 2015 juga meluncurkan sebanyak 148 sistem dan aplikasi government. Di tahun 2016 kami melakukan penandatanganan komitmen sebagai smart government oleh seluruh OPD, serta dilanjutkan dengan memperkuat smart society melalui peluncuran sistem pembayaran non tunai hingga saat ini, terangnya.
Kerangka besar e-government di Pemkot Semarang dilakukan dari system perencanaan melalui system monev, system pembangunan seperti e-katalog local, system pelayanan seperti perijinan online, serta system pelaporan seperti lapor Hendi.
“Melalui sistem monev ini diharapkan dapat mengontrol efisiensi penggunaan anggaran pembangunan. Sedangkan melalui e-katalog dapat menghemat anggaran pembangunan, memberdayakan usaha local dalam pembangunan, bahkan melalui e-katalog akhirnya dapat memangkas sebesar 46% anggaran untuk pengadaa e-ticketing Bus Trans Semarang,” ujarnya.
Yang paling penting, ujarnya, Pemkot Semarang juga memudahkan pengajuan ijin pendirian bangunan via smartphone seperti KRK, IPTB, dan IUMK, bahkan ijin usaha online atau iJus Melon sehingga terjadi peningkatan jumlah usaha di Kota Semarang.
“Intinya smart dalam perspektif pemerintah Kota Semarang yaitu systemic atau terhubung oleh system, monitorable atau mudah diawasi, accountable, restructurable dengan merubah jalur birokrasi, dan timebound atau memberi kepastian waktu,” pungkasnya.
 
Konferensi ini dijadikan wahana bagi para pemerintah, pengembang, sektor industri, peneliti, analis dan akademisi, serta semua pemangku kepentingan untuk berbagi visi, pengalaman dan ide mereka dalam pengembangan dan penerapan konsep Kota masa depan. Rangkaian acara tersebut akan terdiri dari beberapa sesi dengan menghadirkan pembicara nasional dan internasional dari berbagai kalangan. Topik yang akan diangkat untuk tiap sesi dibuat berdasarkan model yang telah dikembangkan ITB yaitu Garuda Kota masa depan Maturity Model (GSCM) yang memiliki 3 tujuan (Ekonomi, Sosial, Lingkungan) dan 3 Enabler serta 13 faktor.