• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Lewat "Kembul Bujono", Walikota Hendi Ajak Warga Pererat Kebersamaan

 22-09-2017 09:33 WIB    by Admin    Dilihat: 314 kali Berita Kota
Sedikitnya 150 nasi tumpeng lengkap dengan berbagai
lauk pauk tertata rapi di Halaman Balaikota Semarang menyambut malam 1 Muharamatau sering disebut dengan 1 Suro, Rabu (20/9). Tradisi ini oleh warga kota Semarang dinamai dengan istilah “Kembul Bujono” atau makan bersama tumpengan secara massal secaralesehan yang disediakan Pemerintah Kota Semarang dari CSR pengusaha, CSRperhotelan maupun CSR perbankan.

Sebelum pemotongan tumpeng oleh Walikota Semarang Hendrar
Prihadi, dilantunkan doa bersama dipimpin KH Said Al Masyhad dan KH Anasom dengan harapan ke depan kota Semarang dan seluruh warganya selalu diberi keselamatan dan keberkahan.

Walikota Hendrar Prihadi mengatakan bahwa tradisi “Kembul Bujono”
ini mensyiratkan makna yang mendalam bagi kota Semarang khususnya guna mempererat
kebersamaan semua orang dari berbagai latar belakang, baik jenjang kepangkatan,
status sosial maupun masyarakat biasa.

"Semuanya duduk bersama untuk menikmati nasi tumpeng secara bersama-sama. Inilah gambaran seperti halnya
dalam membangun Kota Semarang, lepaskan segala sekat perbedaan yang ada, mari
bersama-sama," kata Hendi sapaan akrab Walikota Semarang.
Permasalahan perbedaan lanjut dia apalagi cuma perbedaan warna jangan dijadikan penghambat pembangunan, sebab pembangunan
harus melibatkan seluruh masyarakat dan berbagai pihak bukan hanya tanggung jawab pemerintah.

“Kalau yang merah berteman hanya dengan yang merah, yang biru berteman hanya dengan yang biru, kemudian yang punya pangkat "dolane" hanya dengan yang punya
pangkat, yang punya uang juga dengan hanya yang punya uang, maka Semarang tidak akan maju”, tandas Walikota Semarang.

Ia menghaturkan terima kasih kepada semua pihak yang bersedia mendukung gelaran ini hingga bisa terlaksana dua kali berturut-turut. “Atas dukungan
moril dan materi atas terselenggaranya gelaran ini kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berinisiatif dan luar biasa dalam menyelenggarakan acara malam hari ini", puji walikota.
Walikota berharap tradisi 1 Suro ini jangan sampai punah, namun dipertahankan sebagai salah satu obyek wisata Kota Semarang.

Usai makan tumpeng bersama, peringatan tahun baru  1 Muharam 1439 H di balaikota dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit dengan dalang Ki Anom Dwijo Kangko yang mengangkat
lakon "Anoman Maneges" dan hiburan lawak oleh Marwoto.