• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Wali Kota Hendi Istilah Kopi Coro Allamdulillah Sudah tidak ada di Kota Semarang

 11-10-2017 15:23 WIB    by Admin    Dilihat: 294 kali Berita Kota
Semarang : Istilah “Kopi Coro” sempat menjadi populer di kalangan Legislatif dan Eksukutif dipemerintahan kota Semarang. Istilah yang merupakan kesamaan kata dari uang pelicin dan kesepakatan negatif antar keduabelah pihak ini, sempat menggegerkan warga semarang dimasa kepemimpinan Walikota Semarang terdahulu.

“Akan tetapi istilah “Kopi Coro” ini sudah dihilangkan dan dipemerintahan Hendi-ita kota Semarang akan menjadi kota yang bersih akuntabel dan berintegritas. Setiap kebijakan yang dihasilkan pemerintah kota dan DPRD Kota Semarang berdasarkan hasil musyawarah mufakat tanpa adanya uang pelicin dan kesepakatan-kesepakatan yang masuk ranah Tindak Pidana Korupsi,” ujar Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi ketika membuka acara workshop Pembangunan budaya Integritas Eksekutif dan Legislatif oleh KPK di Hotel Ciputra Semarang, Rabu (11/10/).

Menurutnya, untuk membangun bangsa indonesia membutuhkan pemerintahan yang bersih dan baik, sehingga hal-hal yang berurusan dengan Korupsi Kolusi dan Nepotisme sudah harus dihilangkan.

“Pembelajaran bagi kepemimpinan saat ini dari kasus-kasus korupsi harus diperhatikan dengan baik agar tidak terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan atau OTT. Selain itu transparansi yang dilakukan salah satunya dengan mempublikasi setiap kegiatan seperti Kegiatan lelang proyek hingga rapat anggota DPRD,”imbuh Walikota.

Apalagi saat ini, lanjutnya, banyak sekali sorotan yang dilakukan seperti dari Masyarakat, aparat penegak hukum KPK dan Tim Saber Pungli. Sehingga pejabat dilingkup OPD kota Semarang diminta tidak macam-macam dalam pelayanan kepada masyarakat.

“kalau tidak mau bahas karena tidak ada pelicinnya gimana pak wali ? yaudahlah kita profesional saja. Kita udah tau fungsi dan tupoksinya masing-masing. Alhamdulillah hari ini tetangga sebelah kami (Legislatif) semakin baik tidak perlu lagi ada istilah Kopi Coro lagi semua sudah kita serahkan dewan untuk menunggu pembahasan. Tetapi pembahasanya seputar itu ‘kenapa ini dianggarkan kenapa bisa begitu?’ tidak ada tawar menawar suap-suap tertentu,”tegas Hendi sapaan akrab Walikota Semarang.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi ikut mengapresiasi upaya preventif dari KPK RI yang memberikan edukasi dan pemahaman nilai-nilai pembangunan budaya integritas antara Eksekutif dan Legislatif.
Kegiatan yang dilakukan KPK ini sekaligus untuk meminimalisir adanya kasus Korupsi di kalangan pejabat pemkot semarang, sehingga istilah “Kopi Coro” ketika pembahasan anggaran dengan Dewan tidak muncul lagi dikota Semarang.
“Jadi sudah tidak adalagi kongkalikong apalagi konspirasi menetapkan dan memutuskan anggaran. Semuanya terbuka, bahkan kami setiap rapat selalu streaming Youtube adanya rapat-rapat di Dewan. Sehingga tidak ada lagi istilah “Kopi Coro” muncul saat ini,”terangnya.

Disisi lain Fungsional Deputi Pencengahan KPK RI Rian Herviansyah Utama menjelaskan saat ini KPK sedang melakukan upaya preventif menurunkan angka Korupsi di lingkup pemerintahan.
“Program pembangunan budaya Intergritas ini merupakan langkah penting membangun budaya integritas sekaligus memberikan pemahaman kepada pejabat publik,”katanya.