• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Wali Kota Hendi : “Saya Bukan Pelaku Tapi Saya Perawat Sejarah”

 14-10-2017 23:21 WIB    by Admin    Dilihat: 516 kali Berita Kota
Menginjakkan kaki di Kota Semarang ada sebuah Tugu di Tengah Kota sebuah icon karya monumental Pertempuran Lima hari di Semarang.Saya bukan pelaku sejarah jadi saya tidak tau hal nyata saat proklamasi ,tapi saya bagian dari perawat sejarah yang terus ikut mengenang babak sejarah perjuang bangsa”, sambutan Gubenur Jawa Tengah yang di Wakilkan  Wali Kota Semarang hendrar Prihadi.
 
Dalam upacara peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang,
Wali Kota  Semarang Hendrar Prihadi hadir selaku inspektur upacara.
 
Diawali dengan beberapa kali suara meriam, puluhan pemuda yang berperan sebagai warga pada masa itu memulai kisah ketika Jepang kembali dan berusaha menguasai Semarang pasca Indonesia memproklamasikan kemerdekaan.
 
Setting bak masa penjajahan itu memang sengaja direka sedemikian rupa untuk memperingati Pertempuran Lima Hari di Semarang yang terjadi tanggal 15 Oktober 1945 hingga 20 Oktober 1945. Ribuan warga Semarang yang berkumpul di kawasan Tugu Muda pun terhanyut dalam suasana itu.
 
Adegan peperangan antara masyarakat Semarang dan tentara Jepang menjadi dramatis ketika monumen Tugu Muda berubah-ubah warna secara perlahan. Teatrikal perjuangan berakhir ketika mayat-mayat pejuang dan tentara Jepang tergeletak dan dihampiri ibu-ibu yang menangisi suaminya karena gugur dalam perang.
 
Moment tahunan ini jangan sampai menjadi moment yang hanya menjadi  moment ceremony saja, kalau ada potensi kerusuhan,jalan rusak cukup dengan program pemerintah Kota Semarang dengan http://laporhendi.semarangkota.go.id/
salah satu wujud kita bersama-sama membangun kota semarang untuk lebih baik” , kata Hendi sapaan akrab Wali Kota Semarang usai peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang.
 
“Semangat yang dulu pernah ada saat pertempuran 5 hari di semarang untuk mempertahankan kota semarang dan memplokamasikan Kemerdekaan Republik indonesia harus ada di diri kita sekarang untuk membangun bersama-sama Kota Semarang”, tambahnya.
 
“Saya sangat bangga menjadi warga Kota Semarang setiap satu tahun sekali kota semarang selalu memperingati peringatan 5 hari di Semarang karena dengan ada peringatan seperti ini salah satu cara agar generasi Muda kita tidak lupa dengan sejarah Kemerdekaan kota Semarang”, ungkapnya septi salah satu mahasiswi di Perguruan Tinggi di Semarang.
 
Peringatan pertempuran Lima Hari di Semarang kali ini memang disiapkan dengan sangat matang. Sekitar 1.000 peserta upacara dan 224 orang dari Teater Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) membuat acara tersebut sukses dalam peringatan Pertempuran Lima Hari di Semarang (14/10).