• SELAMAT DATANG DI PORTAL PEMERINTAH KOTA SEMARANG
  • BE SMART CITY : Based on E-gov, Semarang More Accountable, Realistic and the Transparent City.
  • CyGoS (Cyber Government : Semarang) - Cyber Administration, Cyber Information, Cyber Public Service, Cyber Licensing, Cyber Marketing City, Cyber Planning, etc 

Tingkatkan Investasi dan Eksistensi Produk Lokal

 20-10-2017 20:34 WIB    by Admin    Dilihat: 425 kali Berita Kota
SEMARANG-  Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu
Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Semarang menggelar Semarang Time Expo. Kegiatandi selenggarakan di lantai dasar Paragon Mall. Ada 62 stand dari 26 dinas dari berbagai daerah memamerkan produk unggulan masing-masing.
 
Kepala DPMPTSP Kota Semarang Ulfi Imran Basuki berharap pameran tersebut dapat mengangkat produk lokal dan meningkatkan
investasi. “Orang kalau bicara investasi itu bayangannya yang besar-besar.
Padahal UKM (usaha kecil menengah) seperti ini juga terhitung investasi,” kata Ulfi, usai membuka Semarang Time Expo, Kamis (19/10) malam. “Pesertanya dari 26
dinas yang ada di Indonesia, paling jauh dari Kepri (Kepulauan Riau),” imbuhnya.
 
Banyak stand yang memerkan produk batik tulis,
produk makanan dan minuman khas daerah. Seperti stand Rembang, selain batik
juga memamerkan produk kopi dan makanan olahan laut. Kemudian stand batik
Semarangan.  “Rembang memang bukan penghasil kopi, tapi kami hanya pengelolaannya. Karena kita memiliki kopi khas, yakni kopi lelet,” ujar salah seorang penjaga stand produk UKM Rembang.
 
Selain meningkatkan investasi, lanjut Ulfi, pameran ini juga sebagai upaya nguri-uri produk tradisional yang ada di Jawa Tengah, seperti batik tulis. Harus tetap eksis. “Jangan sampai batik diakui negara lain. Khususnya batik tulis ini harus tetap ada, jangan sampai hilang,” tandasnya.
 
Pemkot Semarang sendiri telah melakukan sejumlah upaya untuk memajukan kerajinan batik di antaranya dengan melakukan
pelatihan usaha melalui Dinas Perindustrian dan Dinas Koperasi Usaha Mikro, pelaksanaan pameran di tingkat lokal, nasional, bahkan internasional, serta
lomba desain batik Semarangan.
 
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi berharap Kampung Batik Rejomulyo lebih dihidupkan lagi, termasuk geliat usaha lainnya. Muaranya batik Semarangan akan semakin populer dan dampaknya tentu saja akan mengangkat pariwisata dan perekonomian rakyat.